... Baca selengkapnyaDi kampungku, klepon tradisional Indonesia itu selalu jadi bintang di setiap acara keluarga atau hajatan. Dulu tiap pagi aku sering ikut nenek ke pasar buat beli klepon di lapak langganan. Bentuknya bulat-bulat hijau, ditaburi kelapa parut, dan begitu digigit gula merah cairnya langsung meledak di mulut. Sensasi manis hangat bercampur gurih kelapa itu yang bikin aku susah pindah ke jajanan lain.
Menariknya, sekarang aku sering nemu klepon bukan cuma di pasar tradisional, tapi juga di depan kedai modern, bahkan di dekat kedai makanan Jepang yang jual taiyaki dan daiyaki. Pernah suatu kali aku duduk di depan kedai Jepang, pakai baju hitam, di tangan kanan ada klepon hijau, di belakangku ada papan menu bertuliskan aneka taiyaki dan daiyaki. Rasanya unik banget: suasana Jepang, tapi jajanan tetap klepon ala kampung. Kontrasnya kerasa, tapi justru itu yang bikin pengalaman makan klepon makin berkesan.
Kalau ngomongin klepon tradisional Indonesia, biasanya bahan dasarnya sederhana: tepung ketan, air pandan untuk warna hijau dan aroma, gula merah sebagai isian, plus kelapa parut buat taburan. Di daerahku, kadang orang-orang lebih santai nyebutnya "klepin" atau pelafalan lain yang mirip, tapi bentuk dan rasanya tetap sama. Ada juga versi yang sedikit beda ukuran: ada yang kecil-kecil sekali gigit, ada yang agak besar sehingga sekali gigit belum langsung putus dan gula merahnya pelan-pelan keluar.
Yang aku rasain, makan klepon itu bukan cuma soal rasa, tapi juga soal suasana. Klepon paling enak dimakan masih sedikit hangat, sambil ngopi atau ngeteh sore di teras rumah. Waktu kerja atau kuliah di kota, tiap nemu klepon di pinggir jalan atau di depan kedai modern, rasanya seperti dibawa balik ke kampung. Walau tempatnya di depan toko kekinian yang jual snack Jepang kayak taiyaki dan daiyaki, begitu klepon masuk mulut, yang kebayang justru suara pedagang pasar dan suasana rumah nenek.
Sekarang banyak juga yang mulai mengkreasikan klepon, misalnya dijual di kafe atau kedai dengan tampilan lebih modern. Tapi buatku, klepon tradisional Indonesia yang sederhana itu tetap juara. Kalau kamu lagi main ke kampung atau ke pasar tradisional, coba cari penjual klepon yang masih bikin manual. Biasanya teksturnya lebih kenyal, gula merahnya lebih wangi, dan kelapa parutnya lebih gurih.
Pengalaman pribadi ini bikin aku makin sadar kalau klepon bukan sekadar jajanan pasar, tapi bagian dari kenangan masa kecil. Di mana pun aku nemu klepon—entah di pasar, di depan kedai Jepang yang banyak menu taiyaki dan daiyaki, atau di pinggir jalan kota—rasanya selalu sama: hangat, manis, dan bikin kangen rumah.
keren bang