kue tradisional khas banjar
Sebagai orang Banjar, dari kecil aku sudah akrab banget sama kue bingka. Di kampungku, kue ini sering juga disebut roti nangka atau bingka nangka karena pakai nangka sebagai bahan utama. Jujur, dulu aku cuma tau makan aja, baru belakangan ini berani coba bikin sendiri di rumah. Yang bikin kue bingka Banjar khas banget itu perpaduan santan, kelapa parut, dan nangka. Teksturnya mirip puding padat, tapi tetap berasa "kue" karena pakai tepung terigu. Saat dipanggang sampai bagian bawahnya kecoklatan, aromanya wangi banget, berasa manis legit tapi nggak bikin eneg. Kalau kamu baru pertama kali coba bikin bingka Banjar cake, ada beberapa hal yang aku pelajari dari pengalaman sendiri: 1. Santan Aku lebih suka pakai santan kental dari kelapa parut segar karena rasa gurihnya lebih keluar. Tapi kalau pakai santan instan, biasanya aku tambahin sedikit air hangat biar teksturnya pas saat diaduk dengan tepung. 2. Nangka Nangka secukupnya itu fleksibel. Kalau suka rasa nangka yang kuat, potong kecil-kecil agak banyak dan campur langsung ke adonan. Kadang aku juga sisakan sedikit nangka untuk ditaruh di atas adonan sebelum dipanggang, jadi kelihatan cantik ketika matang. 3. Cara mengaduk adonan Berdasarkan pengalaman, gula dan telur memang sebaiknya diaduk dulu sampai larut. Setelah itu baru masuk tepung terigu, kelapa parut, margarin cair, vanilli, garam, dan terakhir santan yang dituang bertahap. Kalau santan dimasukkan pelan-pelan, adonan lebih gampang halus tanpa gumpalan. 4. Pewarna kuning Di rumah, aku pakai pewarna kuning secukupnya supaya tampilannya mirip kue tradisional Banjar yang biasa dijual di pasar. Kalau kamu kurang suka pewarna, bisa kurangi atau bahkan skip, tapi warna kue jadi lebih pucat. 5. Cetakan dan api Biasanya aku pakai cetakan kue lumpur atau cetakan kecil yang tebal. Cetakan harus dipanaskan dulu lalu dioles margarin supaya kue nggak lengket. Api kompor jangan terlalu besar; aku lebih pilih api sedang cenderung kecil dan ditutup supaya cepat matang merata. Paling senang lihat bagian bawahnya berubah kecoklatan karena di situ rasa karamelnya muncul. 6. Tips penyajian Kue bingka Banjar enak banget dimakan hangat, tapi kalau sudah dingin, teksturnya malah makin padat dan legit. Di rumah, kue ini sering jadi teman teh manis atau kopi hitam. Kadang kalau ada acara keluarga, bingka nangka dijadikan suguhan di meja tamu bersama kue tradisional lain. Buat kamu yang lagi cari inspirasi kue tradisional khas Banjar, bingka nangka atau bingka Banjar cake ini menurutku wajib banget dicoba. Bahannya sederhana: 250 gram tepung terigu, 12 sdm gula pasir, 1 butir telur, kelapa parut secukupnya, nangka secukupnya, 2 sdm margarin cair, 1/2 sdt garam, 1/4 sdt vanilli, pewarna kuning secukupnya, dan sekitar 500 ml santan. Setelah tahu cara bikin dan beberapa trik kecil dari pengalaman sendiri, rasanya puas banget saat berhasil mengangkat kue bingka Banjar yang permukaannya mulus, bagian bawahnya kecoklatan, dan aromanya wangi santan serta nangka. Kalau kamu punya versi lain, misalnya bingka pisang atau bingka labu, bisa banget pakai teknik yang sama lalu tinggal ganti isiannya sesuai selera.






































