... Baca selengkapnyaAku pertama kali dengar istilah BKP dan JKP waktu ikut kelas pajak bareng Relawan Pajak. Jujur awalnya terasa ribet banget, tapi setelah dijelasin pelan-pelan ternyata konsepnya cukup sederhana kalau pakai contoh sehari-hari.
Secara singkat, BKP (Barang Kena Pajak) adalah barang yang ketika diperdagangkan bisa dikenai PPN. Contohnya: pakaian di mall, laptop, handphone, makanan kemasan di supermarket, furniture, alat elektronik, dan lain-lain. Jadi, waktu kamu belanja di toko yang sudah PKP (Pengusaha Kena Pajak), biasanya di struk akan ada keterangan PPN 11%. Nah barang-barang itulah BKP.
Sedangkan JKP (Jasa Kena Pajak) adalah jasa yang dikenai PPN. Contohnya: jasa konsultan, jasa akuntan, jasa periklanan, jasa kebersihan, jasa event organizer, sampai ke jasa perhotelan tertentu. Jadi kalau kamu pakai jasa konsultan buat urus bisnis, atau sewa EO untuk acara, dan mereka sudah PKP, biasanya di invoice juga akan muncul PPN.
Hal penting yang aku pelajari dari materi DJP dan Renjani adalah: PPN hanya dikenakan kalau yang menyerahkan BKP/JKP itu PKP. Artinya, tidak semua penjual langsung wajib pungut PPN. Pengusaha baru wajib dikukuhkan sebagai PKP kalau omzetnya sudah melewati batas tertentu (sekarang Rp 4,8 M setahun). Kalau masih di bawah itu dan belum menjadi PKP, dia tidak wajib memungut PPN, meski barang atau jasanya sebenarnya termasuk BKP/JKP.
Contoh yang bikin aku jadi lebih paham:
- Kamu beli baju di brand besar di mall → itu BKP, penjualnya PKP, jadi ada PPN.
- Kamu beli kue buatan tetangga yang jualan rumahan kecil-kecilan → kuenya juga termasuk BKP, tapi kalau tetanggamu belum PKP, di sana tidak ada PPN.
Begitu juga JKP:
- Kamu pakai jasa konsultan pajak resmi → JKP, biasanya ada PPN.
- Kamu minta bantuan teman buat bikin desain logo dan dibayar transfer biasa → secara jenis itu jasa, tapi kalau temanmu belum PKP, tidak ada PPN dipungut.
Dari penjelasan Relawan Pajak, poin yang ditekankan adalah: BKP fokus ke barang, JKP fokus ke jasa, dan PPN dikenakan pada keduanya kalau diserahkan oleh PKP. Informasi pajak seperti ini penting banget buat kita yang mau Indonesia maju dengan pajak sehat. Minimal, sebagai wajib pajak kita paham dulu istilah dasar kayak BKP dan JKP ini.
Buat kamu yang lagi belajar pajak, tips dariku: coba tulis daftar contoh BKP dan JKP di sekitar kamu. Lihat struk belanja, invoice jasa, dan cek apakah ada PPN. Dari situ pelan-pelan kamu bakal lebih kebayang apa itu BKP dan JKP, bukan cuma hafalan definisi.