Pada dasarnya semua orang bagai dilempar ke lautan dan terus berjuang, berusaha untuk survive.
Bisa jadi ia memegang ikan dan membawanya ke manapun pergi bahkan hingga kibasan ikan sering melukai diri
Bisa jadi juga ada yang memegang rumputan di laut.
Terlepas dan bingung mencari pegangan, pertolongan.
Manusia begitu lemah, dan mudah pecah hatinya
Tapi ada batu karang yang tak mudah tersapu ombak dalam.
Bila ia berpegang pada batu karang akan lebih menguatkan jiwanya
Bagaikan menghampiri Allah, memegang tali agama ketika kegalauan mengusik diri.
4/28 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSetiap orang tentu mengalami masa-masa sulit yang membuat mereka merasa bagaikan terhempas ke tengah lautan luas tanpa arah. Dalam pengalaman saya, penting sekali untuk menemukan sesuatu yang dapat dipegang erat sebagai penopang jiwa ketika kegalauan datang. Kadang, perasaan sedih dan bingung membuat kita mencoba memegang segala hal yang tampaknya bisa memberi keamanan, seperti gambaran memegang ikan atau rumput laut yang sebenarnya mudah terlepas dan justru menyakitkan.
Saya belajar bahwa yang paling kuat dan tahan lama adalah berpegang pada sesuatu yang benar-benar kokoh, seperti batu karang yang tak mudah digoyahkan oleh ombak. Dalam konteks kehidupan, ini bisa diartikan sebagai kerohanian dan keimanan kepada Tuhan. Ketika saya merasa hilang arah, mengingat bahwa bisa 'Run to GOD when you feel lost' memberikan ketenangan luar biasa.
Menggenggam tali agama seperti memegang batu karang kuat membuat kita lebih tahan menghadapi tekanan dan masalah. Ini karena iman memberi harapan, panduan moral, dan ketenangan batin yang menjadi kekuatan utama dalam gesekan dan badai hidup. Kerap kali, kegalauan dan hati yang pecah bisa diobati dengan mendekatkan diri pada Tuhan, berdoa, serta mengambil hikmah dari setiap ujian.
Bagi siapa pun yang sedang bergulat dengan kegelisahan, jangan ragu untuk mencari pegangan yang sejati. Kebanyakan hal duniawi mungkin memberikan solusi sementara, tapi kedekatan dengan Tuhan memberi kekuatan yang langgeng. Melalui berbagi pengalaman ini, saya berharap pembaca bisa menemukan batu karang mereka sendiri dan terus maju tanpa rasa takut akan terpaan ombak kehidupan yang keras.