... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali bikin paspor, yang paling bikin bingung tuh: harus bikin paspor dimana, apa cukup datang ke kantor imigrasi terdekat atau harus sesuai domisili KTP. Pengalamanku, paling aman cek dulu di aplikasi M-Paspor. Di sana kelihatan jadwal dan kuota tiap kantor imigrasi. Pilih yang sesuai domisili supaya proses lebih mulus, apalagi kalau diminta bawa surat bukti domisili.
Buat kalian yang masih bingung soal foto bikin paspor, sekarang sebagian besar kantor imigrasi sudah foto di tempat, jadi kita tinggal datang dengan penampilan rapi. Tapi ada juga yang masih minta pas foto sendiri untuk dokumen pendukung. Aman-nya: pakai baju berwarna gelap polos, jangan putih, nggak usah pakai topi atau kacamata hitam, dan riasan natural. Rambut dirapikan, terutama buat paspor laki-laki, usahakan rambut tidak menutupi wajah. Brewok masih boleh selama wajah tetap jelas terlihat.
Soal isi e-paspor, banyak yang panik karena takut salah isi data. Tipsku: samakan semua data dengan KTP, KK, dan akta lahir. Nama, tempat tanggal lahir, alamat, bahkan tanda baca harus konsisten. Kalau ada perbedaan ejaan huruf satu saja bisa bikin petugas banyak tanya saat verifikasi. Di aplikasi M-Paspor, isi datadiri pelan-pelan, jangan buru-buru, dan cek lagi sebelum submit.
Untuk pembuatan paspor, langkah kasarnya gini: daftar dan isi data di M-Paspor, pilih kantor imigrasi dan jadwal, lakukan pembayaran, datang sesuai jadwal untuk foto dan wawancara, lalu tunggu paspor jadi sekitar beberapa hari kerja (di gambar kamu tulis 4 hari jadi, ini memang umum kalau semua berkas lengkap). Di hari H, bawa semua berkas asli dan fotokopi, termasuk jika diminta surat bukti domisili. Pakai baju yang rapi karena sekalian foto.
Buat pasport pertama kali, biasanya petugas akan tanya tujuan jelas kamu bikin paspor: mau liburan, umrah, kerja, atau kuliah. Jawab dengan pede tapi jujur. Misalnya kalau mau liburan ke Bali dulu lalu lanjut ke luar negeri, boleh saja, yang penting niatnya jelas dan masuk akal. Untuk paspor laki-laki, kadang petugas agak lebih detail nanya soal pekerjaan dan keuangan, jadi siapin juga bukti kerja kalau diminta.
Satu hal yang jarang dibahas: paspor terlipat sedikit. Setelah paspor jadi, usahakan simpan di holder atau dompet paspor supaya nggak cepat lecek. Kalau cuma terlipat sedikit dan masih bisa dibaca jelas chip, nomor, dan identitasnya, biasanya masih bisa dipakai. Tapi kalau sampai sobek atau lipatannya parah, lebih baik urus penggantian paspor baru sebelum berangkat, daripada riskan ditolak di imigrasi.
Intinya, kunci biar pengajuan paspor langsung di-ACC itu: identitas resmi dan sesuai, lengkapi semua berkas, punya tujuan jelas, jawab interview dengan pede, bawa surat bukti domisili kalau diminta, dan pakai baju yang rapi. Semoga pengalaman ini membantu kalian yang mau coba bikin paspor pertama kali atau yang sebelumnya pernah ditolak, ya!
kak izin cerita yaa kemarin aku juga bikin paspor tapi gagal pas wawancara banyak pertanyaan juga kayak kerja apa mau ngapain ke luar negri sama siapa pergi kapan terus pergi dari mana ribet bgt jadi hangus duit 650
kalo misalkan paspornya udah expired lama kayak sy tahun 2015 lalu,kalo mau bikin apa harus ngulang dari awal ataukah bisa pakai data yg udah direkam pihak kantor imigrasi spt sidik jari semua udh direkam sama semua dokumen yg udah pernah disetor sblm nya...mohon info nya ya..makasi byk..
kak izin cerita yaa kemarin aku juga bikin paspor tapi gagal pas wawancara banyak pertanyaan juga kayak kerja apa mau ngapain ke luar negri sama siapa pergi kapan terus pergi dari mana ribet bgt jadi hangus duit 650