... Baca selengkapnyaSebagai orang yang punya riwayat asma, aku sekarang sudah kebiasaan untuk selalu sedia obat di tas dan di rumah. Awalnya dulu aku sering panik kalau tiba-tiba sesak napas datang, apalagi kalau lagi di luar rumah. Setelah beberapa kali konsultasi ke dokter, aku baru paham pentingnya punya stok obat asma dan obat batuk yang tepat, termasuk untuk anak.
Kalau kamu punya asma, biasanya dokter akan meresepkan inhaler atau obat tablet yang diminum rutin. Dari pengalaman, jangan pernah minum obat asma sembarangan tanpa resep, karena tiap orang beda kondisinya. Aku selalu foto resep dan catat nama obat, jadi kalau lagi kehabisan atau jauh dari rumah, aku bisa tunjukkan ke apotek dan dokter terdekat.
Selain obat asma, aku juga selalu sedia obat untuk batuk kering dan tenggorokan gatal. Batuk kering itu sering banget jadi pemicu sesak, terutama malam hari waktu udara dingin. Obat batuk kering yang aku pilih biasanya yang khusus untuk meredakan iritasi tenggorokan, jadi batuknya nggak terlalu sering keluar dan napas jadi lebih lega. Tapi tetap, aku biasakan baca aturan pakai dan peringatan di kemasan dulu.
Kalau batuk berdahak, aku bedain lagi obatnya. Dari beberapa kali coba, obat batuk berdahak yang cocok di aku itu yang bantu mengencerkan dahak supaya lebih gampang dikeluarkan. Aku rasanya lebih nyaman kalau dahaknya cepat keluar daripada tertahan dan bikin dada sesak. Kadang aku juga barengin dengan minum air hangat yang banyak, karena itu bantu banget.
Untuk anak, apalagi yang pernah sesak napas saat batuk, aku ekstra hati-hati. Obat batuk paling ampuh buat anak itu menurutku bukan yang paling ‘keras’, tapi yang paling sesuai dengan penyebab batuknya dan sesuai anjuran dokter. Jadi kalau anak mulai batuk sampai napasnya kelihatan ngos-ngosan, aku nggak ragu langsung bawa ke dokter anak. Biasanya dokter akan bedakan, apakah perlu obat batuk, obat sesak (seperti nebulizer atau inhalasi), atau cukup terapi uap dan pengencer dahak.
Yang juga penting, aku sekarang selalu siapin tas kecil P3K di rumah dan di motor/mobil. Isinya:
- Obat asma sesuai resep dokter
- Obat batuk kering
- Obat batuk berdahak
- Termometer
- Minyak kayu putih atau balsam anak
Tips dari pengalamanku:
1. Jangan menunda periksa kalau batuk sudah bikin sesak napas, baik di orang dewasa maupun anak.
2. Selalu catat nama obat asma dan obat batuk yang cocok di kamu dan anak, jadi kalau kontrol ulang ke dokter bisa ditanya apakah boleh lanjut atau diganti.
3. Perhatikan pemicu asma, seperti debu, asap rokok, udara dingin, atau bulu hewan. Obat itu penting, tapi menghindari pemicu juga membantu banget.
Ini semua murni sharing dari pengalamanku sebagai orang yang punya riwayat asma dan anak yang sering batuk. Tetap utamakan konsultasi ke dokter sebelum pakai obat baru, ya, biar aman buat kamu dan keluarga.
vvg