Kadang kita merasa, asal baju udah dicuci pakai sabun dan wangi, berarti sudah bersih. Tapi ternyata, secara syariat Islam cara mencuci baju itu ada aturannya loh 😯.
Dan ini bukan cuma kalau baju terkena najis aja, tapi sebaiknya semua baju dicuci dengan cara ini agar lebih terjaga kebersihannya 🧺✨.
🪣 Caranya begini:
1️⃣ Masukkan dulu baju ke dalam ember, lalu tuangkan air bersih hingga rata.
2️⃣ Buang air pertama itu.
3️⃣ Bilas lagi dengan air bersih.
4️⃣ Nah, barulah setelah bilasan pertama selesai, kita bisa tambahkan sabun di air berikutnya 🧼.
Kenapa begitu? Karena sabun tidak bisa menghilangkan najis 🚫. Yang benar-benar membersihkan dan menyucikan hanyalah air yang suci lagi mensucikan 💧.
Dengan cara ini, insyaAllah baju kita bukan hanya wangi dan bersih secara kasat mata 👕✨, tapi juga suci secara agama 🙏.
Jadi mulai sekarang, yuk biasakan cuci baju dengan urutan yang tepat, agar bersih dan suci sekaligus 🌸.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat gambar baju kotor kartun yang lagi direndam di ember, aku langsung keinget kebiasaan sendiri pas cuci baju. Ternyata, kalau kita niat mau cuci pakaian biar suci sesuai syariat Islam, ada beberapa hal kecil yang sering banget kebayang sepele, tapi penting.
Biasanya sebelum mulai, aku pilah dulu pakaian: mana yang jelas kena najis (misal terkena pipis anak, darah haid, atau kotoran), mana yang cuma kotor biasa karena keringat dan debu. Kalau yang kena najis, aku pisahkan embernya sendiri, jangan dicampur. Soalnya air bekas rendaman pakaian najis bisa ikut menajiskan baju lain kalau tercampur.
Langkah sederhananya gini versi aku:
- Pertama, aku cek dulu najisnya masih kelihatan atau tidak. Kalau masih ada sisa padat atau noda tebal, aku buang dulu bagian kasarnya pakai tisu atau disiram air mengalir.
- Baru setelah itu, baju dimasukkan ke ember berisi air bersih sampai semua kain terendam. Di tahap ini belum pakai sabun sama sekali, pokoknya fokusnya air suci yang mengalir atau minimal diganti.
- Setelah direndam sebentar dan diremas ringan, air pertama biasanya keruh. Air itu langsung aku buang, karena itu yang membawa kotoran dan najis.
- Lalu aku bilas lagi dengan air bersih kedua. Kalau mau lebih yakin, bisa sampai tiga kali bilasan, apalagi kalau najisnya agak parah. Di tiap bilasan, aku usahakan airnya tetap jernih dan nggak bau.
Nah, setelah menurutku sudah bersih dan nggak ada lagi bekas najis yang terlihat, baru masuk ke tahap sabun. Di sinilah biasanya orang fokus: busa banyak, pewangi, dan softener. Padahal bagian mensucikan itu justru di air yang suci tadi. Sabun itu lebih ke ngangkat minyak, bau, dan bikin kain lebih enak dipakai.
Kalau pakai mesin cuci, aku akalin dengan cara hampir sama: sebelum dimasukkan ke mesin, baju yang kena najis aku bilas manual dulu di ember sampai yakin bersih. Baru setelah itu digabung di mesin untuk proses cuci biasa dengan sabun. Jadi, mesin cuci dipakai untuk tahap “perapihan” dan kebersihan lahiriah, sementara proses pensucian utamanya tetap mengandalkan air bersih di awal.
Satu hal lagi, aku juga perhatiin lantai kamar mandi atau tempat cuci. Kalau lantainya kena cipratan air najis, aku siram lagi pakai air bersih sampai mengalir. Jadi bukan cuma bajunya aja yang suci, tapi area sekitarnya juga.
Menurutku, belajar hal-hal begini bikin kita lebih tenang, apalagi buat yang suka was-was soal sholat pakai baju yang dipakai seharian. Dengan cara cuci yang sesuai syariat, insyaAllah hati lebih lega: baju bukan cuma wangi dan kelihatan bersih, tapi juga sah dipakai ibadah.
wah mksh kk aku lgs rendam pake sabun kk🥺