... Baca selengkapnyaPas pertama kali dengar nama garam Epsom, aku juga pikir ini garam biasa buat masak. Setelah cari info dan coba sendiri, ternyata beda banget dari garam dapur atau garam krosok. Garam Epsom itu nama kimianya magnesium sulfat, bentuknya kristal-kristal agak besar dan mengkilap, mirip butiran pupuk. Warnanya biasanya putih bening, tapi teksturnya terasa lebih "berat" dan cepat larut kalau kena air hangat.
Yang perlu diingat, ciri-ciri garam Epsom yang paling penting adalah: ada tulisan "Epsom Salt" atau "Magnesium Sulfate" di kemasan, sering ada keterangan khusus untuk rendaman kaki, spa, atau tanaman. Jadi kalau di kemasan tertulis untuk perawatan tubuh atau pupuk, jangan dipakai buat masak ya. Garam ini bukan untuk dikonsumsi sehari-hari seperti garam dapur.
Beda lagi dengan garam krosok. Garam krosok itu sebenarnya garam dapur yang masih kasar dan belum dihaluskan. Ciri-cirinya: bentuknya kristal besar-besar, kadang warnanya nggak seputih garam halus, dan teksturnya agak keras kalau dipegang. Di kampung atau di pasar tradisional, garam krosok sering dipakai buat mengawetkan ikan asin, bikin telur asin, atau proses pengolahan makanan yang butuh garam banyak. Karena butirannya gede, dia cocok untuk proses pengawetan, bukan sebagai garam tabur di meja makan.
Jadi, kalau kamu lagi bingung: garam Epsom apakah sama dengan garam krosok? Jawabannya jelas beda. Garam krosok masih satu keluarga dengan garam dapur (natrium klorida) dan bisa dipakai buat makanan setelah diolah atau dihaluskan. Sementara garam Epsom bukan natrium klorida, tapi magnesium sulfat, dan fungsinya lebih ke perawatan tubuh, rendaman kaki pegal, atau tambahan nutrisi buat tanaman tertentu.
Aku pribadi biasanya punya tiga jenis garam di rumah: garam halus untuk masak harian, garam krosok sedikit buat kalau lagi bikin telur asin atau mau mengawetkan ikan, dan garam Epsom khusus disimpan di kamar mandi untuk rendaman kaki setelah seharian berdiri. Rasanya bener-bener beda di badan, kaki jadi lebih rileks.
Untuk garam Himalaya, ini juga menarik. Asal garam Himalaya dari tambang garam di sekitar Pegunungan Himalaya, makanya sering disebut Himalayan Pink Salt. Ciri khasnya: warnanya merah muda atau pink karena mengandung berbagai mineral alami. Teksturnya bisa berupa butiran kecil maupun bongkahan. Banyak orang pakai garam Himalaya bukan cuma buat masak, tapi juga buat dekorasi seperti lampu garam dan untuk spa karena kesan lebih "natural".
Kalau di dapur, aku pakai garam Himalaya sebagai pengganti garam dapur biasa untuk beberapa masakan, terutama kalau ingin rasa lebih lembut dan katanya sih lebih kaya mineral. Tapi tetap ya, ini tetap garam, jadi jangan berlebihan. Intinya, sebelum beli atau pakai garam, selalu baca kemasan: cek nama, komposisi, dan kegunaannya. Dari situ kita bisa bedain mana garam Epsom, mana garam krosok, dan mana garam Himalaya supaya pemakaiannya tepat dan aman di rumah.
baru tau sekarang kak ternyata garam banyak macam nya yah🤩