Nasi Bukhori✨
Pertama kali coba masak nasi Bukhori di rumah, aku juga sempat bingung: sebenarnya nasi Bukhari itu apa dan bedanya dengan nasi kebuli atau briyani? Dari yang aku pelajari dan coba sendiri, nasi Bukhari (banyak juga yang tulis nasi Bukhori, buhari, atau buchori) adalah olahan nasi berbumbu khas Timur Tengah/Arab yang memakai rempah cukup kuat, tapi rasanya cenderung lebih ringan dan tidak sepekat nasi kebuli. Biasanya dimasak dengan kaldu dan disajikan dengan lauk ayam atau daging. Soal bumbu nasi Bukhori, versi rumahan yang menurutku paling praktis itu pakai kombinasi bawang merah, bawang putih, jahe, tomat, lalu rempah kering seperti kapulaga, cengkih, kayu manis, jintan, dan ketumbar. Kalau tidak punya semua rempahnya, aku kadang pakai bumbu kari bubuk sedikit sebagai penolong, tapi tetap aku tambahkan minimal kayu manis dan kapulaga supaya aromanya terasa khas. Kunci rasanya ada di tumisan bumbu sampai benar-benar harum dan agak kering sebelum dicampur ke nasi. Untuk jenis beras, aku lebih suka pakai beras biasa yang pulen karena lebih mudah didapat. Tapi kalau mau lebih mirip nasi Bukhari asli ala Timur Tengah, bisa pakai beras basmati supaya teksturnya lebih pera dan butirannya panjang. Rasio air juga penting, jangan terlalu banyak supaya nasinya tidak lembek. Biasanya aku pakai perbandingan 1:1,2–1,3 antara beras dan air/kaldu, karena masih ada air dari tumisan bumbu. Salah satu pertanyaan yang sering muncul: nasi Bukhari makan dengan lauk apa? Di rumah, paling sering aku padukan dengan ayam bukhari. Caranya, ayam dimarinasi dulu dengan bawang putih, jahe, garam, lada, sedikit kunyit, dan rempah kering (misalnya jintan dan ketumbar), lalu dimasak sampai empuk. Kaldu ayamnya bisa dipakai sebagai air untuk menanak nasi, jadi rasa nasi dan lauknya nyambung. Selain ayam, enak juga disajikan dengan daging sapi atau kambing rebus/bakar, plus sambal tomat segar. Untuk pendamping, aku suka tambahkan kismis dan kacang almond goreng di atas nasi saat mau disajikan. Tidak wajib, tapi bikin tampilannya cantik dan rasanya lebih kaya. Kalau mau versi lebih sederhana, cukup tambah acar timun wortel atau irisan tomat dan bawang supaya ada sensasi segar yang menyeimbangkan gurihnya rempah. Kalau kamu baru pertama kali mencoba, saran aku mulai dulu dari bumbu yang simpel. Setelah beberapa kali masak dan mulai cocok dengan rasanya, baru ditambah variasi rempah. Nasi Bukhari ini cocok banget buat sajian keluarga di akhir pekan atau acara spesial, karena kelihatan mewah padahal bumbunya masih bisa diakali dari bahan yang ada di dapur rumahan. Kuncinya sabar di proses menumis bumbu dan jangan takut main di rempah, nanti lama-lama kamu dapat racikan bumbu nasi Bukhori versi favoritmu sendiri.























