Dompet Dhuafa Singgalang salurkan bantuan kesehatan kepada Buk Elfida (50), seorang warga yang tengah berjuang melawan penyakit kanker usus setelah sebelumnya mengalami tumor paru-paru dan ginjal sejak dua tahun terakhir. (05/06/2027)
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dhuafa yang membutuhkan dukungan pengobatan dan biaya kesehatan di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.
Suami Elfida, Bapak Indra (54), mengatakan bahwa penyakit yang dialami istrinya bermula dari miom sebelum akhirnya berkembang menjadi tumor paru-paru dan ginjal. Pada 16 Maret 2026, Elfida menjalani operasi akibat kondisi kesehatannya yang semakin memburuk hingga menyerang usus besar.
“Awalnya istri saya mengalami miom, lalu berkembang menjadi tumor paru-paru dan ginjal. Sekarang kondisinya menjadi kanker usus sehingga harus menggunakan kantong usus setiap hari,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, kebutuhan kantong usus yang digunakan pascaoperasi mencapai minimal tiga kantong per hari. Sementara itu, biaya pengobatan yang tidak sepenuhnya ditanggung BPJS menjadi beban berat bagi keluarga.
Indra sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah sekolah dengan penghasilan sekitar Rp1,25 juta per bulan. Kondisi tersebut membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan pengobatan. Buk Elfida secara maksimal.
Melalui bantuan tersebut, Dompet Dhuafa Singgalang berharap dapat meringankan beban keluarga sekaligus terus menghadirkan bantuan kesehatan bagi masyarakat dhuafa yang membutuhkan.
6/9 Diedit ke
... Baca selengkapnyaMenghadapi kondisi kesehatan berat seperti kanker usus, terutama setelah melalui tumor paru-paru dan ginjal, tentu menjadi perjuangan luar biasa bagi pasien dan keluarganya. Dari pengalaman banyak keluarga yang menghadapi penyakit serupa, pengelolaan kebutuhan medis seperti kantong usus pascaoperasi memang sangat krusial dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Sebagai seseorang yang pernah dekat dengan pasien kanker, saya melihat pentingnya dukungan sosial dan bantuan dari lembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa Singgalang. Bantuan ini tidak hanya memberikan aspek finansial, tetapi juga semangat moral agar pasien dan keluarganya tidak merasa sendirian dalam menghadapi penyakit yang berat.
Khusus untuk pasien yang memakai kantong usus, penggunaan minimal tiga kantong setiap hari membutuhkan perencanaan yang matang dan ketersediaan stok yang cukup agar tidak terganggu dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, pemahaman keluarga tentang cara perawatan kantong usus juga penting agar mencegah infeksi dan komplikasi lainnya.
Bagi yang mempunyai keterbatasan finansial, risiko tertunda atau terbatasnya akses pengobatan bisa memperberat kondisi kesehatan. Oleh sebab itu, peran Dompet Dhuafa Singgalang sangat vital dalam memberikan jembatan untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan khususnya bagi dhuafa. Program bantuan kesehatan ini juga dapat berperan sebagai contoh bagi komunitas dan lembaga lain dalam membantu pasien dengan penyakit kronis di tengah pandemi ekonomi yang menantang.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak dukungan yang dibutuhkan oleh pasien kanker dan keluarga mereka, terutama yang tidak sepenuhnya tercover oleh BPJS. Kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi mendukung melalui donasi dan volunteer juga menjadi hal penting agar semakin banyak bantuan bisa disalurkan kepada yang membutuhkan.
Semoga dengan adanya bantuan dari Dompet Dhuafa Singgalang ini, Buk Elfida dan keluarga dapat lebih fokus pada proses pemulihan dan menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Pengalaman ini juga mengingatkan kita semua tentang pentingnya kepedulian sosial dan solidaritas dalam menghadapi tantangan kesehatan bersama.