3. uang harian gk ad buat belanja klo gk minta gk bsa belanja
4. uang bulanan jga gk ad klo gk minta" mau beli bedak pun harus ngumpul,in klo uang belanjanya masih ad sisa nya😭
klo terus2 an minta buat belanja aq jga malu aq bingung hrs kek mna 😭😭
hrs bsa memegang uang hrs pinter2 megang uang untuk pengeluaran sebab gk ad pemasukan sama sekali"
emang gini banget ya jadi ank terakhir 😔 capek😭
harus pura2 kuat padahal aslinya hancur"
7/3 Diedit ke
... Baca selengkapnyaMenjadi anak bungsu memang sering dianggap enak karena dianggap dimanja dan diperlakukan istimewa. Namun, realitanya tidak selalu seperti itu. Dari pengalaman pribadi, saya merasakan betapa sulitnya menjadi anak terakhir dalam sebuah keluarga, terutama soal keuangan dan ekspektasi yang dibebankan.
Tidak memiliki pemasukan sendiri membuat saya harus pintar-pintar mengelola uang yang diberikan. Seringkali uang harian tidak cukup, sehingga saya harus meminta lagi ke orang tua, tapi lama-kelamaan rasa malu dan bingung mulai muncul karena terus-terusan meminta. Bahkan untuk kebutuhan sederhana seperti membeli bedak, saya harus menabung bersama atau menunggu sampai ada uang belanja yang tersisa.
Selain itu, ada tekanan tersendiri ketika ingin bekerja namun mendapat ancaman yang membuat saya takut melangkah. Hal ini jelas menghambat kemandirian finansial dan rasa percaya diri saya sebagai anak terakhir. Rasanya seperti harus selalu kuat padahal di dalam hati banyak rasa lelah dan hancur.
Dari pengalaman ini saya belajar pentingnya komunikasi terbuka dengan keluarga tentang kebutuhan dan batasan financial. Saya juga mulai mencari cara mengatur pengeluaran dengan lebih cermat supaya tidak selalu bergantung pada uang dari orang lain. Tentunya, dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar anak bungsu bisa tumbuh mandiri dan percaya diri tanpa harus merasa terancam atau terabaikan.
Bagi kalian yang mengalami hal serupa, penting untuk saling memahami dan memberikan ruang bagi anak bungsu agar memiliki kesempatan untuk mandiri dan merasakan dukungan emosional tanpa tekanan berlebihan. Kebahagiaan dan kesehatan mental anak terakhir juga sangat penting untuk diperhatikan agar tidak hanya sekadar jadi 'anak terakhir' yang dianggap remeh atau dimanja tanpa tanggung jawab.
usaha dan do.a de