... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali ikut organisasi di kampus, aku juga baru benar-benar paham apa itu anggota dalam organisasi. Ternyata, anggota dalam organisasi adalah orang-orang yang secara resmi bergabung, menerima aturan yang berlaku, dan ikut ambil bagian dalam kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Jadi bukan cuma numpang nama, tapi benar-benar terlibat.
Di organisasiku, misalnya, ada struktur seperti ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan para koordinator divisi. Nah, di bawahnya ada banyak anggota biasa. Walaupun disebut "anggota biasa", perannya penting banget. Anggota dalam organisasi adalah sumber tenaga utama yang bikin program kerja bisa jalan. Tanpa anggota, ide-ide pengurus cuma jadi rencana di atas kertas.
Biasanya, sebelum resmi jadi anggota, kami melewati proses pendaftaran dan pengenalan organisasi dulu. Ada yang lewat open recruitment, isi formulir, wawancara singkat, sampai ikut pelatihan dasar. Setelah dinyatakan lolos, baru deh resmi jadi anggota. Di titik itu kami diminta komitmen: siap ikut rapat, kegiatan, dan mentaati aturan organisasi.
Tugas anggota dalam organisasi adalah mendukung program yang sudah disusun pengurus. Contohnya, ketika ada acara besar, anggota bantu jadi panitia: mengurus dekorasi, publikasi di media sosial, konsumsi, dokumentasi, dan sebagainya. Dari situ aku belajar kerja tim, komunikasi, dan tanggung jawab. Hal-hal kayak gini nggak selalu diajarin di kelas, tapi terasa banget manfaatnya di dunia nyata.
Selain itu, anggota juga punya hak. Di organisasiku, anggota berhak menyampaikan pendapat saat rapat, mengajukan kritik dan saran, bahkan mengusulkan kegiatan baru. Kami juga boleh ikut memilih pengurus baru saat pergantian periode. Jadi, anggota dalam organisasi adalah bukan cuma pelaksana, tapi juga bagian dari pengambil keputusan, walau porsinya memang berbeda dengan pengurus inti.
Hal yang sering dilupakan, anggota juga punya kewajiban menjaga nama baik organisasi. Misalnya, di medsos kami diingatkan untuk bersikap bijak karena secara tidak langsung membawa nama organisasi. Kalau ada masalah internal, sebaiknya diselesaikan di dalam, bukan diumbar ke luar. Dari pengalaman ini aku sadar kalau jadi anggota itu ada tanggung jawab moral juga.
Buat kamu yang lagi belajar materi "anggota dalam organisasi adalah" untuk tugas sekolah atau kuliah, coba bayangkan organisasi siswa, OSIS, atau komunitas hobi. Semua orang yang terdaftar, mengikuti aturan, dan ikut kegiatan, itulah anggota. Bedanya dengan pengurus, anggota tidak memimpin, tapi membantu menjalankan visi dan misi organisasi.
Menurutku, ikut jadi anggota organisasi itu langkah awal yang bagus sebelum nanti berani jadi pengurus. Di tahap ini kamu bisa belajar dari senior, mengamati cara mereka mengatur kegiatan, dan pelan-pelan menemukan peran yang cocok. Jadi, kalau sekarang kamu masih status anggota, jangan minder. Justru di sinilah kamu mengumpulkan pengalaman yang nanti bermanfaat saat masuk dunia kerja atau bergabung di organisasi yang lebih besar.