Kenapa Allah nggak kelihatan⁉️
Ustadz Khalid Basalamah #ustadkhalidbasalamah
Dulu aku juga sering banget kepikiran, kenapa Allah nggak kelihatan? Kalau Allah itu ada, kenapa kita nggak bisa lihat langsung aja? Pertanyaan kayak gini ternyata banyak banget yang punya, cuma kadang malu buat nanya. Setelah denger kajian dan baca-baca, aku jadi sedikit paham dan pengen sharing versi pengalamanku sendiri. Pertama, aku sadar kalau keterbatasan kita sebagai manusia itu besar banget. Mata kita aja cuma bisa lihat hal-hal yang punya bentuk tertentu, jarak tertentu, dan butuh cahaya. Contoh simpel: udara aja nggak kelihatan, sinyal WiFi nggak kelihatan, tapi kita yakin itu ada karena ada efeknya. Dari situ aku mikir, kalau makhluk aja ada yang nggak kelihatan, apalagi Allah yang Maha Besar dan tidak sama dengan makhluk. Kedua, aku pernah dengar penjelasan bahwa salah satu bentuk ujian iman adalah percaya pada yang ghaib. Allah itu "ghaib" dalam arti tidak bisa dilihat dengan mata di dunia ini. Jadi justru di situlah letak latihan keimanan: kita beribadah, berdoa, dan berusaha ikhlas walaupun nggak lihat Allah secara fisik. Kalau semuanya serba kelihatan, mungkin orang beriman bukan karena cinta dan yakin, tapi cuma karena takut atau terpaksa. Selain itu, aku juga jadi mikir: kalau Allah bisa dilihat seperti makhluk, pasti manusia akan membayangkan Allah punya bentuk tertentu. Padahal Allah bukan makhluk dan tidak serupa dengan apapun. Di sinilah aku merasa penting banget buat jaga adab dalam bertanya. Boleh banget penasaran, tapi tetap ingat kalau akal kita ada batasnya. Sama seperti anak kecil yang belum bisa paham rumus-rumus yang dipelajari orang dewasa, begitu juga kita dengan ilmu Allah. Aku juga sempat baca bahwa di akhirat, bagi orang yang beriman, akan ada nikmat bisa melihat Allah. Ini bikin aku mikir, mungkin sekarang kita nggak bisa melihat Allah karena dunia ini tempat ujian, bukan tempat balasan. Jadi rasa penasaran itu jangan sampai bikin ragu, tapi malah dijadiin motivasi buat memperbaiki diri. Siapa tahu kita termasuk orang yang dikasih nikmat terbesar itu nanti. Dalam keseharian, aku belajar merasakan kehadiran Allah lewat hal-hal yang simpel: doa yang pelan-pelan dikabulkan, hati yang tadinya gelisah jadi tenang setelah shalat, atau tiba-tiba dimudahkan di saat lagi kesulitan. Semua itu kayak pengingat halus bahwa Allah memang tidak terlihat, tapi pengaruh dan kasih sayang-Nya kerasa banget. Jadi kalau kamu lagi bertanya-tanya "kenapa Allah tidak terlihat" atau "kenapa kita tidak bisa melihat Allah", menurutku itu bukan tanda imannya jelek, justru itu tanda kamu lagi mikir dan mencari. Tinggal diarahkan aja caranya: belajar dari ustadz yang lurus ilmunya, baca, dan banyak berdoa minta hati dikuatkan. Semoga rasa penasaran itu berubah jadi iman yang lebih dalam, bukan malah keraguan yang menjauhkan kita dari Allah.














































Lihat komentar lainnya