... Baca selengkapnyaAwalnya aku cuma sering dengar ceramah tentang keutamaan berdoa di sepertiga malam, tapi nggak terlalu paham kenapa disebut "golden time". Setelah coba rutinin sendiri, baru kerasa bedanya, terutama saat bangun sekitar jam 3:00 pagi. Suasana sepi, gelap, cuma ada cahaya lampu atau bulan dari jendela, hati otomatis lebih tenang dan fokus buat curhat sama Allah.
Biasanya sebelum mulai doa, aku wudhu dulu biar badan dan hati kerasa lebih bersih. Habis itu shalat tahajud 2 rakaat saja sebagai permulaan. Nggak perlu langsung banyak, yang penting rutin. Setelah salam, baru aku mulai amalan-amalan pendek yang sering disarankan: pertama dzikir tauhid, mengucap “La ilaha illallah” sambil benar-benar merenungkan kalau cuma Allah yang berkuasa atas segala hal dalam hidup kita.
Lalu aku lanjut dengan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Misalnya baca “Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar” berulang-ulang. Di waktu hening seperti itu, kalimatnya nggak cuma di lisan, tapi pelan-pelan masuk ke hati. Kalau lagi banyak masalah atau rasa cemas, dzikir ini kerasa banget efeknya menenangkan.
Salah satu dzikir yang sekarang paling sering aku baca di tengah malam adalah hauqolah: “La haula wa la quwwata illa billah”. Maknanya, kita ini nggak punya daya dan kekuatan apa-apa tanpa pertolongan Allah. Kalimat ini cocok banget dibaca saat kita ngerasa buntu, nggak tahu jalan keluar, atau lagi merasa lemah. Setelah membaca, biasanya aku lanjut dengan istighfar ringkas, misalnya “Astaghfirullah” berkali-kali, sambil inget dosa dan kekhilafan sendiri.
Untuk urusan doa, aku biasanya gabung antara doa-doa dari Al-Qur’an dan hadits, plus doa pribadi pakai bahasa sendiri. Di waktu sepertiga malam, doa rasanya lebih jujur dan apa adanya. Ada perasaan dekat banget sama Allah, seperti lagi curhat ke seseorang yang paling bisa dipercaya. Di beberapa kajian juga sering dijelasin bahwa di waktu ini Allah memberikan janji istimewa untuk hamba-Nya: doa lebih mustajab, dan ibadah seperti shalat malam sangat dicintai.
Terkait dengan lafaz "mahabbatan minni" yang sering muncul dalam doa atau tulisan Islami, maknanya kurang lebih adalah "karena rasa cinta dariku" atau "sebagai bentuk cinta dariku". Jadi kalau kita beribadah dan berdoa di tengah malam dengan niat mencari cinta Allah dan menunjukkan cinta kita kepada-Nya, insyaAllah nilainya jauh lebih besar. Sepertiga malam bukan cuma soal minta hajat dunia, tapi juga membangun mahabbah (rasa cinta) antara hamba dan Rabb.
Kalau kamu mau mulai, nggak usah langsung paksa diri bangun tiap malam. Bisa mulai dari 1–2 kali seminggu. Set alarm jam 3:00, tidur lebih awal, dan siapkan dulu niat dari sebelum tidur. Rasakan sendiri bedanya berdoa di tengah malam dibandingkan di waktu biasa. Pelan-pelan, kamu akan menemukan ritmemu sendiri dan mungkin jadi ketagihan dengan ketenangan yang cuma ada di sepertiga malam.