Pernah gasi dijahatin sama orang? yg pernah pasti tau kan ya rasanya gimana. Pernah gasi bertanya" kok kayaknya mereka bisa bahagia ya padahal udh nyakitin orang 😭 Pas bgt nemuin ilmunya di psikologi ternyata ada bahasannya.
Ternyata selain dibahas di psikologi, jg udh tertulis di agama. Buat km yg pernah dijahatin, jgn jahatin orang lain ya!🙏🏻
Kamu pernah heran juga gasih sama orang yg udh jahat tp keliatan bahagia" aja?
... Baca selengkapnyaAku juga dulu sering bertanya-tanya, kenapa orang jahat umurnya panjang dan hidupnya kelihatan santai, sementara orang baik sering sakit, capek mental, dan jalannya terasa susah. Setelah belajar sedikit soal psikologi dan baca beberapa pandangan agama, pelan-pelan aku mulai paham kalau yang kita lihat di luaran itu belum tentu menggambarkan keadaan mereka yang sebenarnya.
Dari sisi psikologi, orang baik biasanya lebih sensitif dan empatik. Kita gampang kepikiran, gampang merasa bersalah, dan sering mikir, “Jangan sampai nyakitin orang lain.” Pola pikir kayak gini bikin kita lebih sering overthinking. Ketika stres moral terus-terusan datang, hormon kortisol dalam tubuh bisa meningkat. Kalau dibiarkan lama, ini bisa bikin badan cepat lelah, gampang sakit, sampai sel-sel tubuh lebih cepat rusak. Makanya kadang orang baik terlihat lebih ‘rapuh’ secara fisik.
Sementara orang yang cenderung jahat atau cuek sama perasaan orang lain, seringkali nggak terlalu mikirin moral dan dampak perbuatannya. Karena mereka nggak banyak mempertanyakan, tubuh mereka juga jarang bereaksi berlebihan terhadap stres moral. Dari luar, mereka kelihatan tenang, sehat, dan kayak “panjang umur”. Tapi itu baru dilihat dari permukaan, belum menyentuh sisi batinnya.
Ada juga penjelasan menarik soal jiwa orang jahat yang bisa dibilang “membusuk perlahan”. Fokus hidup mereka bisa jadi cuma kerja, uang, dan pencapaian. Mungkin secara materi melimpah, tapi hubungan pribadi berantakan, merasa kosong, susah percaya orang lain, bahkan libido naik tapi hati tetap hampa. Ini bentuk lain dari hidup yang nggak benar-benar bahagia, cuma kelihatan saja.
Seiring usia, hilangnya empati dan kebiasaan mengabaikan perasaan orang lain bisa pelan-pelan berbalik ke tubuh. Ada masanya badan kayak “menyerah”, muncul penyakit di masa tua, dan akhirnya harta yang dikumpulkan habis buat berobat. Di fase itu, kita baru sadar kalau panjang umur tanpa kualitas hidup yang baik juga bukan keberuntungan.
Kalau dari kacamata agama, ada konsep bahwa panjang umur dan kelapangan rezeki nggak selalu tanda disayang, tapi bisa jadi ujian. Dalam Islam, dikenal istilah istidraj: seseorang diberi kenikmatan dunia padahal itu cara Tuhan mengulur, sampai waktu balasan tiba. Dalam tradisi lain, ada juga pandangan bahwa orang baik kadang “dipanggil” duluan untuk dijauhkan dari malapetaka, sementara yang zalim dibiarkan dulu.
Analogi yang sering dipakai itu seperti taman bunga. Bunga yang paling indah biasanya dipetik duluan. Artinya, orang baik yang pergi lebih cepat belum tentu rugi; justru bisa jadi mereka sudah ‘selesai’ dengan misi hidupnya. Sedangkan orang jahat dibiarkan hidup lebih lama untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelan-pelan.
Jadi, kalau kamu pernah disakiti lalu merasa hidupmu lebih berat daripada mereka, jangan langsung minder atau iri. Kita nggak tahu apa yang mereka tanggung diam-diam. Fokus aja untuk tetap jadi orang baik, jaga empati, tapi juga jaga kesehatan mental dan fisik. Berbuat baik bukan berarti membiarkan diri diinjak; kita boleh tegas, membatasi diri, tapi tetap nggak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Pada akhirnya, yang penting bukan seberapa panjang umur, tapi seberapa berkualitas hidup yang kita jalani dan seberapa tenang hati kita saat menjalaninya.
nah iya ka, aku pernah iseng iseng cari tau, katanya emang karna orang jahat nggak pernah mikirin orang lain apalagi perasaannya sendiri (misal cemas atau apapun yang bikin mereka stresss) gitu jadi hidupnya enjoy aja
miris ya ka 🥺
nah iya ka, aku pernah iseng iseng cari tau, katanya emang karna orang jahat nggak pernah mikirin orang lain apalagi perasaannya sendiri (misal cemas atau apapun yang bikin mereka stresss) gitu jadi hidupnya enjoy aja miris ya ka 🥺