kenangan maniees🥰

#KeseharianKu mengenang pertnyaan 1 buibu yg gak akan pernah sy lupa,

tepatnya pas lebaran, seorang buibu bersama suaminya bertamu kerumah yang mana mereka adalah teman bapak sy, tiba² disela obrolan bertanya "mana cincin kawinnya ?" sy pun bilng ada didalam beliau bilng lagi knp gk dipake sy jawab gpp orang bukan emas jg, buibu ini pun kaget kok bisa cicin kawin bukan mas seketika hening ruangan..

.

.

hmmhh.. dari beliau sy blajar dn kita #WajibTau kalau ngomong harus difikir berkali² meski receh tetap harus dipikir lagi ini bikin org nyaman gk y ini bikin org trsinggung gk y, menurut lemonade gmn #YayOrNay bertanya hal yg sperti ini didepan banyak orang ??

.

.

jujur aja pngen bilng keibu itu kalau Hidup ini kadang berjalan tidak sesuai dgn ekspetasi kita kita pengen A nyatanya mampunya B :). kalau hidup bisa simple knp semua² perlu dipermasalahkan ..

#kenangankamis #IRTAwards

2025/10/15 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman tersebut mengingatkan kita bahwa dalam berkomunikasi, terutama di momen kebersamaan seperti saat lebaran, penting untuk menjaga perasaan orang lain dengan memilih kata-kata yang tepat. Pertanyaan seperti "mana cincin kawinnya?" bisa jadi terdengar biasa, namun dampaknya bisa cukup menghentak dan membuat suasana menjadi sunyi jika tidak disampaikan dengan sensitif. Dalam budaya Indonesia, cincin kawin sering kali dianggap sebagai simbol status dan kemapanan, terlebih jika terbuat dari emas. Namun, kenyataannya tidak semua orang mampu memilikinya, dan hal itu bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan atau menjadi bahan penilaian. Hidup kadang tidak selalu sesuai harapan kita; kita mungkin menginginkan sesuatu yang sempurna, namun yang kita miliki adalah kemampuan terbatas. Memahami hal ini membuat kita menjadi lebih bijak dan empati terhadap sesama. Selain itu, kejadian ini juga mengajarkan bahwa bertanya hal pribadi di depan banyak orang perlu dipertimbangkan konteks dan tempatnya. Agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman atau tersinggung, kita harus memikirkan perasaan orang lain terlebih dahulu. Ini adalah bentuk penghormatan dan menjaga keharmonisan dalam pergaulan. Momen sederhana seperti ini juga merupakan sebuah pengingat bahwa nilai sebuah pernikahan tidak diukur dari materi seperti cincin emas, tetapi dari kualitas hubungan dan pengertian antar pasangan. Kepedulian terhadap sesama dan kejujuran dalam menghadapi kehidupan membuat kita bisa menerima apa adanya dan menjalani hidup dengan lebih ringan dan bahagia. Jadi, yuk belajar untuk berbicara dan bertanya dengan sepenuh hati, menjaga perasaan, serta menerima keadaan dengan lapang dada. #KeseharianKu #WajibTau #YayOrNay #KenanganKamis #IRTAwards Semoga kisah ini menginspirasi dan membuat kita lebih peka dalam berkomunikasi di segala situasi.

5 komentar

Gambar Ateunis
Ateunis

Kadang omongan ceplas ceplos begini yang bikin males berhadapan sama orang bukan ansos ya lebih menghindari tumbuhnya rasa benci aja

Lihat lainnya(1)
Gambar kirei.yasmin ❀
kirei.yasmin ❀

lohhh setauku malah gapapa ka kalo mas kawing bukan emas, aku aja dulu sebenernya malah minta bukan emas

Lihat lainnya(2)