Ternyata begini rasanya kehilangan ....

Hai lemonade !

Aku mau berbagi cerita , barangkali ibu2 yang lain ada yang pernah mengalami juga.

Jadi , aku baru aja kehilangan janin yang ada di dalam kandungan ku di usia 2 bulan. Aku ga tau penyebab pasti nya karna apa.

Awal aku tau kalo aku hamil , aku langsung buru2 USG dan setelah di cek usia kandungan nya 5 minggu dan baru kantong aja. lalu satu bulan kemudian , aku USG lagi untuk makesure apakah kandungan nya sehat dll . lalu USG kedua , di bilang 8 minggu dan masih kantong juga. Jujur, dari situ aku sebener nya udah negatif thinking dan khawatir. karna seharus nya di usia segitu calon janin nya sudah ada bahkan djj juga ada. tapi aku masih berusaha positif thinking sampai akhir nya usia kandungan ku masuk 10 minggu , tiba2 keluar flek dan aku kaget banget.

aku mencoba mencerna masa orang hamil keluar flek seperti haid? akhir nya sehari setelah keluar flek itu , aku langsung kontrol ke obgyn dan aku nangis sejadi jadinya setelah dokter bilang kalo djj udah gak ada. gak ada janin dalam kantong kehamilan yang bertumbuh itu.

Dan dari hasil kontrol itu akhir nya di putuskan untuk di lakukan kuret. dan itu rasanyaaaaaaaaaaa 😭😭

#bligthedovum #keguguran

4/15 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenghadapi kehilangan janin atau keguguran memang bukan hal mudah, terutama saat harapan besar sudah tersemat di dalam hati. Melalui pengalaman pribadi, saya ingin berbagi beberapa hal penting yang mungkin bisa memberikan dukungan dan pemahaman bagi ibu-ibu lain yang sedang melalui masa sulit ini. Pertama, penting untuk memahami bahwa keguguran atau kehilangan janin di awal kehamilan cukup umum terjadi dan sering kali berkaitan dengan faktor kromosom yang memang tidak memungkinkan janin untuk berkembang. Ketidakpastian penyebab seringkali membuat perasaan menjadi campur aduk, mulai dari sedih, marah, hingga rasa bersalah yang berlebihan — tapi perlu diingat, ini bukan kesalahan Anda. Kedua, menjaga kesehatan fisik dan mental sangat penting. Setelah mengalami tanda-tanda seperti flek darah atau nyeri, segera konsultasikan ke dokter kandungan dan lakukan USG sesegera mungkin agar mendapatkan diagnosis yang tepat. Jangan ragu juga untuk berbagi cerita dengan komunitas ibu hamil dan wanita yang pernah mengalami keguguran; dukungan emosional dari mereka bisa sangat membantu mempercepat proses penyembuhan jiwa. Ketiga, prosedur kuret bisa menjadi pilihan medis yang perlu diambil untuk memastikan rahim bersih dan mencegah komplikasi. Meskipun pengalaman ini terasa menyakitkan, baik secara fisik maupun emosional, ingatlah bahwa dosis perhatian dan kasih sayang pada diri sendiri menjadi modal utama untuk bangkit kembali. Selain itu, menjaga pola hidup sehat dan konsultasi rutin dengan dokter kandungan adalah langkah bijak jika merencanakan kehamilan kembali. Mempertahankan sikap positif meski di tengah ketidakpastian dan memberikan waktu untuk proses pemulihan adalah kunci agar dapat melalui pengalaman keguguran dengan lebih kuat. Bagi ibu-ibu yang sedang mengalami atau telah melalui pengalaman yang sama, ketahuilah bahwa Anda tidak sendiri. Setiap cerita adalah unik, dan berbagi dapat membantu kita saling menguatkan. Semoga kisah ini dapat menjadi pengingat dan penyemangat untuk terus menjaga harapan dan semangat menjalani perjalanan menjadi ibu.

1 komentar

Gambar kirei.yasmin ❀
kirei.yasmin ❀

kaka peluk jauh, awal februari kemarin juga aku kuret karena janin emang ga berkembang dan posisinya udah turun ke jalan lahir, mau gamau aku harus ikhlas karena mungkin emang belum waktunya