Mulai membuat pengetahuan tentang mengenal nama nama hari
2025/9/24 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai orang tua, aku sempat bingung mulai dari mana saat mau mengenalkan nama-nama hari ke anak usia dini. Awalnya anakku cuma tahu "hari ini" dan "besok", belum bisa bedakan Senin, Selasa, Rabu, dan seterusnya. Akhirnya aku coba pakai media visual berupa poster nama hari yang warna-warni.
Aku pilih poster yang menampilkan nama hari dalam seminggu: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. Setiap hari ditulis di pita berwarna berbeda dan ditemani gambar hewan kartun seperti monyet, jerapah, domba, singa, gajah, ayam jago, dan panda. Ternyata gambar hewan ini membantu banget, karena anak jadi tertarik dan mudah mengingat.
Poster nama hari ini aku tempel sebagai hiasan dinding di dekat meja belajar. Setiap pagi, sebelum berangkat sekolah atau TK, kami sama-sama menyebutkan nama hari. Misalnya: "Hari ini Senin, gambarnya monyet." Besoknya: "Hari ini Selasa, gambarnya jerapah." Dengan cara ini, anak pelan-pelan hafal urutan Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu.
Supaya makin seru, aku sering membuat permainan kecil. Contohnya, aku tanya: "Kalau hari ini Rabu, tiga hari lagi itu hari apa?" Lalu kami hitung bersama di poster: Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu. Jadi anak sekaligus belajar menghitung selisih hari, seperti dari Minggu ke Rabu berapa hari, atau dari Senin ke Jumat.
Aku juga perhatikan kecocokan nama hari dengan aktivitasnya. Misalnya, Jumat Sabtu Minggu biasanya kami sebut sebagai hari yang lebih santai, karena ada waktu bermain dan jalan-jalan. Dengan begitu, anak paham bahwa setiap hari punya ciri khas sendiri, bukan cuma nama.
Buat orang tua atau guru TK, gambar nama hari untuk anak TK yang lucu dan berwarna bisa jadi alat bantu belajar yang efektif. Coba tempel poster nama-nama hari dan bulan di kelas, lalu ajak anak menebak: "Hari minggu dan rabu apakah cocok untuk pergi berenang?" atau "Senin dan Selasa kita belajar apa?" Pertanyaan sederhana seperti itu membuat anak terbiasa memakai nama hari dalam percakapan sehari-hari.
Pengalaman pribadiku, kunci utamanya adalah pengulangan yang santai dan menyenangkan. Jangan langsung memaksa anak menghafal semua nama hari sekaligus. Mulai dari dua dulu, misalnya Senin dan Selasa, lalu tambah Rabu dan Kamis, sampai akhirnya anak lancar menyebut nama hari dalam seminggu tanpa merasa tertekan.
Kalau punya waktu, bisa juga ajak anak membuat poster sendiri. Biarkan anak mewarnai tulisan Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu, menggambar hewan kartun favoritnya di samping nama hari. Saat anak terlibat langsung dalam membuat hiasan dinding nama hari dan bulan, biasanya mereka akan lebih semangat menghafal dan menggunakan nama-nama hari dalam aktivitas sehari-hari.