Selingkuh itu enak nya hanya sesaat karna itu kelakuan jin dasim yang berusaha menghancurkan rumah tangga,,!!!
jadi jangan heran kalau ada pelakor yang sering di panggil dengan olokan jin dasim,,
dari beberapa berita perselingkuhantapi yang paling rame si Juleha dan oppa daehoon, dan dari cerita ini kita sama sama ambil pelajaran bahwa, pernikahan itu bukan mainan, apalagi kebelet nikah tapi belum siap secara mental, karna pernikahan itu saling memaafkan seumur hidup, ibadah paling panjang, jangan kalau kalian belum siap jadi ibu kasian anak-anak kalian nanti, apalagi kalok udah baby blues anak kalian yang bakal jadi sasaran , wanita yang udah secara mental aja kalok udah punya anak kadang" bisa baby blues lah apalagi kalian yang kebelet nikah, jangn mikirnya setelah nikah bakal bahagia terus karna kalian bakal hidup 24 jam sama mantan pacar kalian. NO!!! JUSTRU pernikahan lah awal kehidupan ibarat kayak kalian baru mulai nulis di lembar pertama buku baru yang kalian bakal tulis pakai tinta hitam, kalian gambar dengan berbagai warna warni pensil gambar , begitulah kehidupan rumah tangga , nggak mungkin bahagia terus pasti adaaaa aja yang beda pendapat, kesalah pahaman , bumbu penyedap keributan rumah tangga tu PASTI ada, PASSTIII ADA, tapi justru itu lah ujian yang bakal kalian hadapi tangga nya yang satu persatu bakal naik level,,jadii buat para pasutri yang masih baru ataupun yg senior Jangan sampai jin dasim merusak rumah tangga kalian
teruslah saling memaafkan, KECUALI SELINGKUH YAA🫵🫵
... Baca selengkapnyaDari pengalaman pribadi dan pengamatan saya, selingkuh bukan hanya soal ketidaksetiaan fisik, tetapi juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui komunikasi yang tak jujur atau perasaan yang diabaikan. Di era digital saat ini, selingkuh online kerap muncul sebagai bentuk pengkhianatan yang sulit terdeteksi, karena interaksi di dunia maya bisa sangat memikat tanpa harus berjumpa langsung.
Saya pernah melihat bagaimana pasangan yang tampak harmonis ternyata memiliki perselingkuhan secara tidak langsung melalui media sosial atau chat. Hal ini tentu saja berbahaya dan bisa menjadi awal perpecahan jika tidak ada komunikasi terbuka dan kepercayaan yang kokoh.
Selain itu, kesiapaan mental dalam menjalani pernikahan sangat penting. Banyak orang menikah karena tekanan usia atau keinginan sesaat tanpa memahami bahwa menjalani rumah tangga membutuhkan kesabaran, pengertian, dan saling memaafkan setiap hari. Namun, memaafkan bukan berarti membiarkan perselingkuhan terus terjadi. Saya percaya, selingkuh adalah titik dimana cinta dan kepercayaan harus ditegakkan kembali atau berakhir.
Saya juga teringat kisah dari kasus Juleha dan Daehoon yang menjadi perbincangan hangat, dimana kesiapan mental dan komunikasi menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan. Mengurus anak dan menjalani peran sebagai pasangan memang melelahkan, tapi dengan komitmen dan kesetiaan, rumah tangga bisa bertahan dan berkembang.
Jangan biarkan 'jin dasim' atau godaan perselingkuhan merusak ikatan yang telah dibangun. Selalu jaga komunikasi dan kepercayaan, serta ingat bahwa kebahagiaan dalam rumah tangga bukan berarti selalu mudah, tapi saling mendukung saat menghadapi masalah. Ingat, selingkuh mungkin terasa enak sesaat, tapi dampaknya bisa menyakitkan seumur hidup.
itu yg perempuan kelihatanyabmasih mudaan ya kak