... Baca selengkapnyaRamadhan umumnya identik dengan kedamaian, kebersamaan keluarga, dan momen penuh berkah. Namun, bagi warga Gaza, bulan suci ini bukan hanya soal ibadah dan perayaan, melainkan juga ujian berat di tengah konflik yang terus berlanjut.
Pengalaman pribadi saya ketika membaca berita tentang serangan yang terjadi pada 19 Maret 2026 ini sangat menggugah hati. Bayangkan, saat kita menikmati sahur dengan tenang dan bersiap menyambut hari kemenangan, saudara kita di Gaza harus terus berjaga dan berlindung dari reruntuhan ledakan. Suara adzan yang seharusnya membawa kedamaian tertutupi oleh dentuman bom dan deru rudal.
Saya pernah mengikuti beberapa laporan dan cerita dari relawan yang berada di Gaza, mereka menuturkan bagaimana sulitnya menjalani ibadah saat rasa takut dan trauma menjadi teman sehari-hari. Tidak hanya itu, anak-anak dan keluarga yang harus meninggalkan rumah demi mencari tempat aman menambah duka yang terasa sangat dalam.
Melalui artikel ini, saya ingin mengingatkan pentingnya empati dan kepedulian, terutama dalam bulan penuh rahmat ini. Doa kita sangat berarti bagi mereka yang tengah menghadapi penderitaan. Sekecil apapun bantuan yang kita bisa berikan, entah itu berupa donasi, penyebaran informasi, atau doa tulus, akan memberi harapan baru bagi mereka.
Mari kita jadikan Ramadhan 2026 ini bukan hanya momen merayakan keberkahan pribadi, tetapi juga momentum untuk berbagi kepedulian dan memastikan tidak ada yang terlupakan dalam doa kita. Kebebasan menjalankan ibadah dengan tenang adalah nikmat yang harus kita syukuri.
Jangan lupa untuk turut menyebarkan informasi ini agar lebih banyak orang tergerak untuk peduli dan berdoa untuk Gaza. Setiap dukungan kita, baik besar maupun kecil, adalah wujud kemanusiaan yang nyata di tengah situasi yang penuh tantangan tersebut.
bismillahirrahmanirrahim ya Allah berikanlah pertolongan pada mereka