JANGAN KERJA SAMPAI TINGGALKAN SHOLAT
Sebagai seseorang yang pernah mengalami tekanan pekerjaan yang cukup tinggi, saya sangat memahami bagaimana godaan untuk melewatkan waktu salat demi menyelesaikan tugas semakin besar. Padahal, menjaga waktu salat bukan hanya kewajiban, tapi juga sumber ketenangan dan kekuatan dalam menjalani hari. Saya punya pengalaman ketika pekerjaan sangat menumpuk sehingga hampir lupa salat dzuhur. Namun setelah mengingat kata-kata ustadz bahwa meninggalkan salat tidak ada yang bisa menggantikan kita, saya pun berusaha disiplin mengatur waktu. Sebenarnya menjaga salat saat bekerja bisa dijadikan momen istirahat yang menyegarkan hati. Misalnya, sebelum kembali menyelesaikan pekerjaan, gunakan waktu salat untuk bercermin dan memperbaharui niat agar lebih semangat, bukan malah merasa terbebani. Dari pengalaman saya, pekerjaan tidak akan berhenti bahkan saat kita menunaikan salat. Namun menjaga salat justru memberi berkah agar pekerjaan lancar tanpa rasa terburu-buru dan stres. Beberapa ustadz juga mengajarkan bahwa kerja yang baik adalah kerja yang diselingi dengan menjalankan kewajiban lain, seperti salat. Jika memungkinkan, sebaiknya kita membiasakan diri membagi waktu kerja dengan jeda yang cukup untuk salat tepat waktu. Jangan sampai posisi jabatan atau beban kerja membuat kita lalai pada tugas paling penting ini. Dengan menjaga salat, kita juga menjaga keseimbangan hidup, sehingga semua aspek—baik duniawi maupun spiritual—berjalan seimbang dan penuh berkah.
















































👍👍❤️👍✨