Tonton sampai selesai 🙏🏻
Pengalaman saya dalam mengikuti proses donor darah mengajarkan saya betapa ketatnya prosedur screening yang diterapkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Meski terlihat sederhana, setiap darah yang kita donor terlebih dahulu melewati berbagai tes, termasuk tes HIV dengan metode seperti ELISA, CLIA, dan yang terbaru yaitu Nucleic Acid Test (NAT). NAT sendiri merupakan teknik molekuler canggih yang mampu mendeteksi keberadaan virus di dalam darah jauh sebelum antibodi terbentuk, sehingga memperkecil risiko virus lolos dari pemeriksaan. Banyak yang belum memahami bahwa hasil negatif saat donor darah bukan berarti bebas dari infeksi saat itu juga. Hal ini karena adanya masa window period, yaitu periode antara infeksi awal dan saat virus dapat dideteksi secara akurat. Oleh karena itu, PMI melakukan tes ulang setelah masa ini untuk memastikan keamanan darah yang diterima masyarakat. Salah satu kisah viral di Depok tentang seseorang yang aktif mendonorkan darah sejak SMA dan baru diketahui positif HIV saat ingin mendonorkan darah kembali, membuka mata saya tentang pentingnya edukasi dan transparansi informasi. Nyatanya, sistem screening yang digunakan sudah sangat canggih dan mampu mendeteksi virus HIV dengan sangat sensitif, dan hasil positif akan langsung dikomunikasikan secara pribadi dan rahasia oleh petugas PMI. Hal lain yang saya pelajari dari pengalaman ini adalah perlunya menghilangkan stigma di masyarakat terkait donor darah dan HIV. Banyak berita kurang tepat yang justru menimbulkan ketakutan tidak beralasan terhadap penerima donor darah, padahal setiap kantong darah sudah dipastikan aman melalui berbagai metode tes. Sebagai donor, saya dihimbau untuk jujur terhadap kondisi kesehatan dan riwayat risiko sebelumnya, agar proses screening berjalan maksimal dan menjaga keamanan bersama. Dengan teknologi seperti NAT dan CLIA, kita bisa lebih percaya bahwa darah yang kita donor akan membantu banyak orang tanpa risikom penularan penyakit. Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya donasi darah serta memahami proses screening sehingga tidak ragu dan takut untuk berkontribusi menyelamatkan nyawa.

















