Penularan sifilis atau bahasa awamnya penyakit “raja singa” yang di alami ibu hamil, bisa didapat melalui kontak seksual dari ayah ke ibu lalu dilanjutkan dari ibu yang mengandung anaknya, sehingga saat anak itu lahir sudah mengalami kelainan tumbuh kembang giginya dengan ciri khas mulberry teeth.
Sifilis yang dialami oleh ibu hamil memang sangat berisiko tidak hanya bagi sang ibu, tetapi juga untuk bayi yang dikandungnya. Dalam pengalaman saya, penularan terjadi melalui hubungan seksual dari ayah yang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi, kemudian berlanjut ke ibu hamil dan akhirnya menjangkau janin melalui plasenta. Infeksi ini menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang gigi bayi, yang dikenal dengan istilah mulberry teeth — yakni gigi yang bentuknya tidak normal, mudah sensitif dan berlubang. Saya pernah melihat kasus anak dengan kondisi gigi seperti ini, yang berdampak pada fungsi mengunyah dan penampilan estetika gigi. Anak-anak tersebut memerlukan perawatan khusus, baik dari sisi medis untuk mengatasi infeksi sifilis yang masih aktif maupun perawatan gigi seperti penambalan atau pencabutan gigi yang tidak sesuai. Penting bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk tes sifilis. Penanganan dini terutama pada ibu hamil bisa mencegah penularan ke janin sehingga mengurangi risiko gangguan serius pada si kecil nantinya. Selain itu, jaga komunikasi dengan tenaga medis dan lakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan. Saya juga menyarankan agar semua orang memahami bahwa praktik seks oral yang tidak aman bisa menjadi salah satu jalur penularan penyakit menular seksual, termasuk sifilis. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan pelindung dan konsultasi dengan dokter jika ada gejala mencurigakan. Dengan perhatian dan tindakan tepat, dampak negatif sifilis pada ibu dan bayi dapat dicegah sehingga kesehatan si kecil tetap optimal.































