Gorengan Khas Magelang 🤩 Petruk Isi Kol Pedas
Bunda, pernah coba gorengan unik khas Magelang ini belum? 😍
Namanya Petruk Gorengan, adonannya dari singkong parut + kelapa parut, isiannya kol pedas gurih 🔥
Dibentuk panjang mirip hidung Petruk, rasanya bikin nagih banget! 🤤
Simpel, gurih, pedasnya pas, nggak keras meskipun udah dingin 💯.
Cocok banget buat cemilan sore ditemani cabai rawit 🌶️
✨ Masakan ala Ibuke Alfatih, gampang ditiru di rumah.
🌿 Resep Petruk Gorengan Isi Kol Pedas
Bahan Adonan :
▪︎ 500 g singkong, kupas, parut halus
▪︎ 100 g kelapa parut agak muda
▪︎ 2 sdm tepung beras (hanya untuk pengikat)
▪︎ 1 sdt garam
▪︎ ½ sdt gula pasir
Bahan Isian Kol Pedas :
▪︎ 150 g kol, iris tipis
▪︎ 5 cabai rawit merah, iris serong (sesuaikan selera pedas)
▪︎ 2 siung bawang putih, cincang halus
▪︎ 3 siung bawang merah, iris tipis
▪︎ ½ sdt garam
▪︎ ½ sdt gula
▪︎ ½ sdt kaldu bubuk
▪︎ 1 sdm minyak untuk menumis
Cara Membuat Isian :
1. Panaskan minyak, tumis bawang merah & bawang putih hingga harum.
2. Masukkan cabai, aduk sebentar.
3. Tambahkan kol, garam, gula, kaldu bubuk. Aduk cepat sampai kol agak layu.
4. Angkat, dinginkan.
Cara Membuat Adonan :
1. Parut singkong, lalu peras dengan kain bersih untuk membuang air dan patinya. Ambil ampasnya.
2. Campur ampas singkong dengan kelapa parut, garam, gula, dan tepung beras. Aduk rata.
3. Ambil segenggam adonan, pipihkan di telapak tangan.
4. Isi dengan tumisan kol pedas, rapatkan, lalu bentuk memanjang runcing seperti hidung Petruk.
Cara Menggoreng :
1. Panaskan minyak banyak dengan api sedang.
2. Goreng petruk hingga kuning kecokelatan dan matang merata.
3. Angkat, tiriskan. Sajikan hangat dengan cabai rawit hijau 🌶️
👩🍳💡 Tips Anti Gagal
✅️ Singkong harus benar-benar diperas sampai kering, supaya teksturnya kokoh dan tidak lembek.
✅️ Kelapa jangan terlalu tua, cukup yang agak muda biar gurih tapi nggak keras.
✅️ Bentuk hidung petruk jangan terlalu besar supaya isiannya matang sempurna saat digoreng.
✅️ Goreng api sedang saja, biar bagian luar renyah tapi dalamnya tetap matang dan empuk.
Waktu pertama kali lihat “tulisan gorengan petruk khas Magelang isi kol pedas” di media sosial, aku langsung kepo karena bentuknya unik banget, panjang runcing mirip hidung Petruk. Ternyata setelah dicoba bikin di rumah, rasanya beneran seenak itu dan jadi salah satu gorengan favorit keluarga. Buat yang belum pernah makan, gorengan petruk ini beda dari bakwan atau risol. Bagian luarnya dari singkong parut yang diperas sampai kering, jadi waktu digoreng bisa renyah tapi dalamnya tetap lembut. Kelapa parut agak muda bikin rasa gurih alami, jadi tanpa banyak bumbu pun sudah berasa. Isian kol pedasnya juga wangi karena ditumis dulu dengan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, plus garam, gula dan sedikit kaldu bubuk. Kalau mau tulis ulang resep gorengan petruk di buku catatan atau di media sosial, biasanya aku tulis lengkap: bahan adonan, bahan isi kol pedas, sampai langkah tumis bawang dan kol. Aku juga suka tambahkan tips kecil, misalnya singkong jangan cuma diparut, tapi benar-benar diperas dengan kain bersih supaya air dan patinya keluar. Ini penting banget biar gorengan nggak benyek dan bentuk “hidung petruk” bisa kokoh. Supaya makin praktis, kadang aku bikin isian kol pedas agak banyak. Sisanya kusimpan di kulkas, besok-besok bisa dipakai lagi untuk isi tahu goreng atau martabak telur versi ekonomis. Jadi sekali masak, bisa jadi beberapa jenis gorengan. Untuk sajiannya, petruk gorengan ini paling nikmat dimakan hangat dengan cabai rawit hijau atau sambal kecap sederhana. Menurutku, gorengan petruk isi kol pedas ini cocok banget dijadikan ide jualan juga. Tulisan di banner bisa dibuat jelas, misalnya: “Gorengan Petruk Khas Magelang – Isi Kol Pedas Gurih”. Orang yang belum kenal biasanya tertarik karena namanya unik. Jadi selain enak buat cemilan keluarga, resep ini juga bisa jadi inspirasi usaha kecil di rumah.




























