aamiin 🤲
🥰🥰
Kadang aku baca lagi doa ini pelan-pelan: “Mudahkanlah semua urusanku, luaskan dan berkahilah rezekiku, berkahilah sisa usiaku di dunia agar dapat kembali pada-Mu kelak sebagai hamba-Mu yang Kau ridhoi. Aamiin Allahumma aamiin.” Buat aku, ini bukan sekadar rangkaian kata, tapi pengingat lembut buat diri sendiri. Aku sering ngerasa capek sama ekspektasi, target hidup, dan perbandingan sama orang lain. Di momen kayak gitu, aku suka cari kata-kata untuk diri sendiri yang singkat tapi ngena. Misalnya, aku tulis di notes atau jadikan wallpaper HP: - “Pelan-pelan nggak apa-apa, yang penting tetap jalan.” - “Aku percaya, Allah sedang menyiapkan yang terbaik.” - “Hari ini mungkin berat, tapi aku masih bertahan. Itu sudah luar biasa.” - “Rezekiku sudah diatur, tugasku hanya berusaha dan berdoa.” Kata-kata pendek kayak gitu bikin aku ingat kalau aku nggak sendirian. Waktu lagi ngerasa hidup serba sulit, doa tentang dimudahkan urusan dan dilapangkan rezeki kerasa sangat menenangkan. Seolah aku lagi nitip semua kekhawatiran ke Allah, sambil bilang ke diri sendiri: “Tenang, kamu sudah berusaha, selebihnya biar Allah yang atur.” Kalau kamu juga lagi cari kata-kata untuk diri sendiri yang singkat, kamu bisa coba tulis doa atau afirmasi versi kamu sendiri. Misalnya: - “Ya Allah, cukupkan hatiku, jangan cuma hartaku.” - “Hari ini aku pilih untuk tetap bersyukur, sekecil apa pun rezekinya.” - “Aku layak untuk bahagia dan diperjuangkan, termasuk oleh diriku sendiri.” Tulis di jurnal, caption, atau secarik kertas yang bisa kamu baca ulang. Lama-lama, kata-kata itu jadi cara halus untuk menguatkan diri sendiri tanpa harus cerita ke banyak orang. Buatku, mengucap “Aamiin Allahumma aamiin” di akhir doa adalah bentuk pasrah yang paling jujur. Kita nggak tahu besok gimana, tapi setidaknya hari ini kita sudah mendoakan diri sendiri dengan sebaik-baiknya doa. Semoga setiap kalimat baik yang kita kirim ke diri sendiri pelan-pelan jadi kenyataan, dan kita bisa kembali pada-Nya sebagai hamba yang diridhoi.

















