Saving Challenge lagi rame banget muncul di FYP ku, mulai dari dompet album, dompet ziplock, sampai yang bentuk tabungan amplop lucu. Aku tuh penasaran banget pengen ikut, tapi sempet mikir dua kali…
Takut ga konsisten, takut malah boros gara-gara beli perlengkapannya doang 😅
Tapi akhirnya aku nekat juga buat mulai!
Bukan buat hasilnya dulu, tapi buat habit-nya.
Mulai dari hal kecil, ga perlu keluar budget besar. Kalau nanti udah terbiasa dan konsisten, baru deh upgrade ke versi yang lebih proper.
Karena kadang niat kecil yang dijalanin terus, justru bisa jadi kebiasaan baru yang ngebentuk versi diri kita yang lebih disiplin.
Akhirnya aku bikin versi hemat 0 rupiah aja!
Cuma ngedit tabel sederhana di Word laptop, terus aku print di rumah sepupu (lumayan kan, gratis 🤭), digunting, dan tadaaa~ jadi deh versi DIY Saving Challenge aku
Untuk wadahnya? Aku pakai dompet ziplock gratisan waktu beli jilbab dari Lozy. Ternyata kepake juga!
Kadang hal simpel kayak gini bikin aku sadar, buat mulai itu ga harus nunggu siap atau punya semua perlengkapannya dulu. Yang penting niat dulu, hasilnya nyusul.
... Baca selengkapnyaPas mulai cari inspirasi saving challenge, aku juga sempat bingung soal kertasnya. Mau beli template di online shop banyak banget pilihannya, tapi ujung-ujungnya mikir lagi: emang harus ya keluar uang buat kertas saving challenge? Akhirnya aku putusin bikin sendiri aja yang simpel tapi kepake.
Step pertama, aku tentuin dulu tujuan dan nominal. Di kertas saving challenge aku, aku tulis tabel dengan kolom tanggal, nominal (1k, 2k, 5k, 10k), dan kolom checklist kalau sudah keisi. Menurutku, kombinasi 1k, 2k, 5k, dan 10k itu realistis banget buat yang baru mulai, terutama Gen Z yang masih suka galau antara nabung dan jajan. Jadi nggak kerasa berat waktu ngeluarin uang kecil tiap hari.
Di Word, aku cuma bikin tabel sederhana: baris-baris kecil yang bisa dicentang atau diwarnai tiap kali berhasil nabung. Supaya lebih semangat, aku tulis judul besar di atas kayak "Saving Challenge 30 Hari" atau "Tantangan 1K, 2K, 5K, 10K". Kalau mau, kamu bisa tambahin kata-kata penyemangat, misalnya: "Pelan-pelan tapi konsisten" atau "Nggak apa-apa kecil, yang penting jalan". Dengan begitu, kertas saving challenge-nya terasa lebih personal dan sesuai kepribadian kamu.
Kalau nggak punya printer di rumah, masih banyak opsi hemat. Kamu bisa:
- Print di rumah saudara/teman (kayak aku yang nebeng di rumah sepupu).
- Pakai kertas bekas di balik dokumen yang sudah nggak kepake.
- Gambar manual di buku tulis atau kertas HVS dengan penggaris, nggak harus rapi-rapi banget yang penting fungsional.
Buat yang pengen versi lebih rapi, kamu bisa pakai warna highlighter atau stabilo buat menandai kotak yang sudah tercapai. Serius, ngelihat kertas saving challenge pelan-pelan penuh itu rasanya satisfying banget, kayak main game tapi levelnya uang beneran.
Satu hal yang menurutku penting: sesuaikan kertas saving challenge dengan ritme hidup kamu. Kalau kamu tipe yang sering pegang cash kecil, pakai nominal 1k–10k itu pas. Tapi kalau jarang pegang uang tunai, kamu bisa ubah jadi versi transfer, misalnya tiap kotak artinya transfer Rp5.000 ke rekening khusus tabungan. Tinggal kamu tulis di kertas: "Kotak 1 = transfer 5k" dan seterusnya.
Intinya, kertas saving challenge itu nggak harus aesthetic dulu yang penting kepake. Bahkan dengan modal 0 rupiah pun, kamu tetap bisa punya tantangan menabung yang jelas dan terukur. Yang bikin kertas itu bernilai justru konsistensi kamu mengisinya, bukan seberapa mahal kamu beli desainnya.
Keren kak. Yg pertama itu emng niat dulu, soal hasil nanti aja hehe