Semprit coklat sepekuk

Resep semprit jadul : Terigu pro dang sangrai 300 grm

Maizena 50 grm

Susu bubuk 50 grm

Vanili - 1/2 sdt ( 2 bks)

Kuning telor 2, putih telor 1

Butter 20 gram ( me pake wisman)

Margarina 205 grams ( me pake blue band)

Gula halus 140 or 150 grams

Susu kental manis 2 sdm 1 sdm coklat bubuk/

1 sdm coklat pasta

1 sdt bumbu spekuk

Caranya : Gula , margarine , butter . Vanili Masukan dalam baskom kocok 4 menit . Kemudian masukan telur satu persatu kocok selama 3 menit ( kecepatan sedang) Masukan skm . Susu bubuk . Maizena mixer dgn kecepatan lambat. Masukan terigu bertahap kocokan lambat. Jika semua terigu tercampur rata . Masukan coklat bubuk. Coklat pasta dan spekuknya . Adon pakai tangan sampai semua tercampur rata. Tepung siap masuk dlm cetakan.

Oles loyang dengan mentega dan siap mencetak diatas loyang sampai habis. Jgn lupa letakan choco cip di atas kuenya.

Jika menggunakan oven nangkring diatas kompor gas.

Oven dgn tray bawah - 30 menit

Overn dgn tray kedua - 15 menit

Agar matang.

Oven dengan api sedang.

Selamat mencoba.

#resepkuerumahan

#resepkuesimple

#kuesempritjadul

2025/12/14 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKadang kue semprit itu kelihatan simpel, tapi kalau salah langkah bisa bantat, meleber, atau malah keras. Di resep semprit coklat sepekuk ini aku suka karena hasilnya renyah, wangi spekuk, dan manisnya pas. Di rumah, kue semprit coklat ini selalu jadi rebutan, apalagi yang bentuk bunga dengan choco chip di tengah seperti di gambar. Buat yang mau kue semprit sederhana, tips pertama dari aku: pastikan terigu disangrai dulu sampai agak hangat dan tidak berbau tepung mentah. Ini bikin teksturnya lebih ringan dan renyah. Terigu pro rendah protein juga bantu kue lebih garing. Maizena dan susu bubuk jangan di-skip, karena dua bahan ini ngaruh ke rasa dan tekstur. Untuk campuran margarin dan butter (misalnya Blue Band dan Wisman), aku biasanya kocok sampai pucat tapi tidak terlalu ngembang. Kalau terlalu lama dikocok, adonan bisa melebar saat dipanggang dan bentuk bunga semprit coklatnya jadi kurang cantik. Gula halus juga lebih aman daripada gula pasir, supaya adonan halus dan mudah dicetak. Soal coklat, kamu bisa pakai coklat bubuk saja, coklat pasta saja, atau kombinasinya. Kalau mau hasilnya lebih coklat dan wangi, aku suka campur sedikit coklat bubuk dengan pasta coklat. Jangan lupa bumbu spekuk, ini yang bikin kue semprit coklat sepekuk punya aroma khas, beda dari semprit biasa. Kalau tidak punya cetakan semprit khusus, bisa pakai plastik segitiga yang ujungnya dikasih spuit bintang. Tekan perlahan di atas loyang yang sudah dioles mentega tipis. Selalu kasih jarak antar kue karena dia akan sedikit mengembang. Choco chip di tengah bukan cuma hiasan, tapi juga menambah rasa coklat saat digigit. Untuk memanggang, kalau pakai oven nangkring di atas kompor gas, aku biasanya panaskan dulu beberapa menit. Loyang pertama aku taruh di tray bawah sekitar 25–30 menit dengan api sedang, lalu kalau mau lebih kering bisa pindah ke tray atas sebentar saja. Setiap oven beda, jadi lebih aman cek bagian pinggir kue sudah agak kecoklatan. Kue semprit coklat ini enak banget disimpan di toples kedap udara. Kalau dipanggang sampai benar-benar kering, bisa tahan sampai beberapa minggu. Cocok buat persiapan lebaran atau stok camilan sehari-hari. Kalau mau dijadikan ide jualan, kamu bisa tata kue semprit coklat sepekuk ini di wadah plastik bening seperti di foto, supaya bentuk bunga dan choco chip-nya kelihatan cantik. Kalau kamu suka variasi, adonan dasarnya bisa dibagi dua: satu dibiarkan vanilla, satu lagi ditambah coklat bubuk. Jadinya semprit dua rasa dalam satu toples. Menurutku, kue semprit coklat sederhana seperti ini justru yang paling sering dicari, karena bahannya mudah dan rasanya cocok di semua lidah.