Gimana menaikkan bb dan tb anak yang manjur?!!!
anak ku Alhamdulillah sih jarang gtm kecuali pas sakit anak ku tergolong mau makan nyemil pun mau susu jg masih minum
tapi anak ku BB nya termasuk yang irit naik pali g paling 2 ons ya sesuai si sma KMS tapi ya expectasi emak emak tu pgnnya naik stgh kilo gt🤣🤣
anaku 23 bln BB blm genap 10 kg
malah emak nya ngemil dikit naik sekilo ðŸ˜
#LifeBingo #BerjuangCantik #CurcolanIRT #RealitaDiRumah #ViralTerbaru
Aku sempat panik juga waktu lihat Kartu Menuju Sehat (KMS) di buku pink. Tiap bulan ditimbang, garis di grafik BB anak itu kayak jalan pelan banget, cuma naik dikit. Padahal kalau lihat tulisan di meme: "BB anak susah naik, BB emak susah turun" itu beneran relate banget. Akhirnya aku belajar pelan-pelan cara interpretasi KMS. Di KMS itu ada garis hijau, kuning, merah dan ada kurva pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan yang beda. Waktu nimbang, biasanya bidan atau nakes bakal kasih titik sesuai umur dan berat badan. Nah, tugas kita sebagai ortu itu ngecek apakah titik itu masih ngikutin alur garis, bukan cuma fokus ke angka naik berapa ons. Untuk cek BB TB anak, aku biasanya lihat dua hal: 1. Posisi titik di grafik berat badan menurut umur (BB/U). 2. Posisi titik di grafik tinggi badan menurut umur (TB/U). Selama titik masih di area hijau dan ngikutin pola garis (nggak turun drastis ke bawah garis kuning/merah), biasanya masih dibilang cukup. Anak memang punya pola masing-masing, ada yang kurus tapi tinggi, ada yang mungil tapi lincah banget. Aku juga sempat tanya ke dokter soal grafik pertumbuhan tinggi badan anak. Kata dokter, pertumbuhan tinggi badan (TB) itu juga penting, jangan cuma fokus ke BB. Kalau TB anak naik sesuai grafik pertumbuhan anak laki-laki/perempuan, anak aktif, nggak sering sakit, nafsu makan oke, pipis dan BAB normal, itu tanda-tanda tumbuh kembangnya masih ke arah yang baik. Kalau ketemu kondisi BB anak turun atau stagnan beberapa bulan, baru deh mulai waspada. Aku biasanya cek: - Anak lagi habis sakit nggak? Biasanya setelah sakit BB bisa turun. - Pola makan: ada perubahan nggak? GTM? Lagi tumbuh gigi? - Kualitas makanan: udah cukup protein hewani belum? (telur, ayam, ikan, daging) Dulu aku juga suka bandingin sama anak lain, apalagi yang seumuran tapi keliatan lebih chubby. Tapi setelah paham cara baca KMS anak, aku jadi lebih tenang. Fokusku sekarang bukan ke "harus naik setengah kilo tiap bulan", tapi ke: apakah pertumbuhannya konsisten dan masih sesuai grafik KMS. Kalau mamak lain masih bingung soal interpretasi KMS atau grafik pertumbuhan anak laki-laki/perempuan, menurutku nggak perlu malu buat nanya langsung ke bidan atau dokter pas posyandu. Suruh mereka jelasin pelan-pelan titik BB TB anak kita ada di mana. Daripada overthinking di rumah, mending dapat penjelasan yang jelas. Intinya, punya anak dengan BB irit naik itu belum tentu artinya nggak sehat. Selama hasil interpretasi KMS masih di jalur, grafik pertumbuhan tinggi badan anak juga naik, dan anaknya aktif, kita bisa sedikit lega. Tapi kalau BB anak turun terus atau garisnya menjauh dari kurva, baru deh gerak cepat konsultasi biar ketahuan penyebabnya dan bisa ditangani lebih awal.

tapi ini ideal kak, kecuali pas turun