Seandainya waktu bisa diulang kembali, hahaha seru nih!! Besok ternyata H-2 bulan pernikahan kita! Apa yg akan kalian ubah? Let me first!!! 🤣 yaAllah mau banget GANTI FOTOGRAPHER😭💔 sama mau ganti KONSEP MAKE-UP 😭 udah itu aja yaAllah… paling sama banyakin skaincare an biar ga patchy itu make-up, secara nikahan outdoor 😭💔 kalau kalian gimana? #Seandainya#CurcolanHati#LifeBingo#Lemon8IRT#ViralTerbaru
2025/8/29 Diedit ke
... Baca selengkapnyaWaktu sadar kalau besok udah H-2 bulan menuju hari pernikahan, aku otomatis flashback ke semua persiapan kemarin. Bukan cuma soal dekor dan catering, tapi juga hal-hal kecil yang dulu aku sepelekan, kayak foto untuk buku nikah dan urusan dokumentasi.
Buat yang lagi siap-siap nikah, jangan sampai skip urusan foto buku nikah, ya. Di tiap KUA atau catatan sipil biasanya ada aturan masing-masing, tapi umumnya diminta foto berwarna ukuran 2x3 atau 3x4 dengan background tertentu (seringnya merah atau biru). Saran dari aku, mending tanya langsung ke KUA tempat kalian akan menikah, biar nggak bolak-balik cetak foto. Dulu aku sempat salah background dan akhirnya harus cetak ulang, lumayan buang waktu dan biaya.
Tips dari pengalaman pribadi: sekalian aja foto studio yang proper. Jadi selain dipakai untuk buku nikah, foto itu bisa disimpan buat kenang-kenangan. Pakai baju yang rapi, makeup jangan terlalu menor, dan usahakan ekspresi natural. Anggap aja lagi foto prewedding versi simple. Kalau sudah punya calon seragam atau baju yang nanti dipakai saat akad, boleh juga dipakai sekalian pas foto.
Soal fotografi hari-H juga penting banget. Dulu aku ngerasa cuma butuh fotografer yang "bisa foto", padahal setelah acara selesai baru kerasa kalau dokumentasi itu satu-satunya hal yang bisa kita lihat lagi bertahun-tahun setelah nikah. Kalau bisa, cek dulu portofolio fotografer: gimana cara mereka memotret pasangan pengantin di tengah dekorasi bunga, angle saat momen akad, ekspresi keluarga, sampai detail kayak buket dan cincin. Jangan ragu bikin list foto wajib, misalnya foto close-up buku nikah, foto kalian berdua habis ijab kabul, foto sama orang tua, dan foto full body berdua di depan pelaminan.
Untuk yang masih kepikiran mitos-mitos seputar pernikahan, termasuk tentang kondisi orang tua calon pengantin yang sudah meninggal, jujur aku pribadi lebih milih fokus ke kesiapan mental dan restu keluarga yang masih ada. Banyak orang di sekelilingku yang tetap menikah dan rumah tangganya baik-baik saja, jadi aku pribadi nggak terlalu keikat sama mitos. Yang penting komunikasikan dengan keluarga, minta doa sama yang sudah tiada lewat tahlil atau doa khusus, dan perbanyak doa ke Allah biar pernikahan diberkahi.
Terakhir, jangan lupa rawat diri sendiri. Skincare sebelum nikah itu nggak harus yang mahal, yang penting konsisten: rajin cuci muka, pakai pelembap, sunscreen, dan kalau bisa hindari coba-coba produk baru mepet hari-H. Apalagi kalau nikahnya outdoor seperti aku, make-up gampang patchy kalau kulitnya kering. Kalau sekarang aku bisa mundur waktu, aku bakal lebih serius jaga kulit beberapa bulan sebelum hari H.
Semoga curhatan ini bisa jadi pengingat buat kalian yang lagi masuk masa-masa persiapan nikah, supaya hal-hal kecil seperti foto buku nikah dan dokumentasi nggak kelewat lagi.
kalo aku harusnya gk usaj ambil yg paketan sama fotografernya kak😂