✨si paling introvert mulai mau nyoba eksis📸
#MaluGak sih tiba-tiba banget di usia aku yang *32 tahun ini mulai menciba mengexplore sejauh mana kemampuan aku dalam hal publik speaking.meskipun bukan datang dari orang yg punya basic tsb aku excited banget ngelakuin hal ini.yaa walaupun usia segini tuh ga gampang sih menurutku untuk punya semangat yg tinggi konsisten itu aga susah ya bund😁tapi aku punya tekad yg besar.aku ga mau nyerah gitu aja aku juga ga mau terus terusan hidup di dunia yg seperti bukan dunia ku.aku mulai belajar dan keluar dari zona nyamanku.Yaa meskipun yg pertama harus aku tempa yang mental aku ini.menurut kalian #MaluGak sih kalo di usia 30an baru mau mulai ini semua?tantangannya ada dan banyak banget.apalagi gen Z sekarang mereka jauh lebih hebat dan berani.Usia 30 sperti ini udah telat banget gak sih???.
Menjadi introvert tidak berarti harus selalu menyembunyikan diri dari dunia luar, apalagi di zaman sekarang yang kaya akan berbagai platform digital untuk berekspresi. Banyak orang mungkin merasa ragu untuk mulai aktif atau eksis di media sosial atau sebagai konten kreator ketika sudah memasuki usia 30-an, terutama jika sebelumnya tidak memiliki pengalaman di bidang tersebut. Namun, hal ini bukanlah halangan yang mutlak. Berani mencoba dan konsisten belajar adalah kunci utama. Terlebih lagi, proses belajar public speaking atau membuat konten kreatif dapat diawali meskipun tanpa kemampuan khusus atau latar belakang pendidikan formal; hanya perlu modal percaya diri (PD) dan keberanian coba saja dulu. Perlahan, kemampuan itu akan tumbuh seiring waktu dan praktek. Di era dimana generasi Gen Z sangat aktif dan cepat mengadopsi tren digital, mungkin sempat muncul rasa takut kalah atau tertinggal. Namun, setiap orang memiliki waktu, cara, dan perjalanan masing-masing. Usia 30-an bukan batas waktu terlambat untuk mengejar passion, melainkan justru bisa menjadi periode matang yang penuh refleksi diri dan tujuan jelas. Selain itu, mengenali zona nyaman dan berani keluar dari sana merupakan langkah besar untuk pengembangan diri. Mental menjadi aspek utama yang harus ditempa agar bisa tahan menghadapi tantangan dan perasaan malu atau takut gagal. Dukungan komunitas atau forum seperti tagar #MaluGak bisa menjadi wadah positif untuk berbagi cerita dan belajar bersama. Jangan lupa bahwa di dunia kreatif, keautentikan dan pengalaman unik bisa menjadi daya tarik tersendiri. Daripada terpaku pada skill awal yang mungkin dirasa kurang, fokuslah untuk menciptakan karya-karya yang sesuai dengan diri sendiri. Sikap ini akan menarik audiens yang benar-benar menghargai dan terhubung dengan konten yang kita buat. Akhirnya, baik introvert maupun extrovert memiliki cara masing-masing untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri. Memulai di usia berapapun, dengan mental yang kuat serta niat belajar dan berkembang, adalah hal yang patut diapresiasi dan bisa membuka banyak peluang baru.







































