Mencintai tanpa memiliki..🥀
#lemon8 #sajak #sajakcinta #syaircinta #kalaulah
Pernah tak, kau jatuh cinta dengan seseorang yang kau tahu hampir mustahil untuk kau miliki? Rasa tu pelik; antara bahagia dan pedih. Hari-hari tunggu notifikasi dia, tapi dalam masa sama kau sedar, mungkin kau cuma watak sampingan dalam perjalanan hidupnya. Bila orang cakap "cinta tak harus memiliki", dulu aku pun rasa ayat tu klise. Tapi bila kau sendiri lalui, baru faham maknanya. Mencintai tanpa memiliki itu macam ombak yang datang ke tepi pantai, tapi akhirnya tetap ditarik semula oleh lautan. Kita boleh datang dekat, menyapa, tapi tak pernah benar-benar tinggal. Kadang kau cuma mampu menemani dari jauh. Dia update story, kau orang pertama yang tengok. Dia sedih, kau orang pertama yang risau, tapi bukan kau yang dia cari untuk bercerita. Cinta tulus dari hati kadang tak diberi ruang untuk dimiliki, hanya diberi ruang untuk dirasai. Aku belajar, mencintai bukan berarti harus memiliki. Ada cinta yang hadir hanya untuk mengajar kita erti ikhlas. Kau jaga dia dalam doa, walaupun dia tak pernah tahu. Kau bahagia bila nampak dia bahagia, walaupun bukan dengan kau. Itulah versi "menemani tanpa memiliki" yang paling senyap, tapi paling dalam. Kalau kau sedang menyukai seseorang yang hampir pasti tak boleh kau miliki, tak apa untuk sedih. Menangis pun tak apa. Tapi jangan lupa, rasa itu juga satu anugerah. Tak semua orang mampu mencintai sedalam itu, sampai sanggup melepaskan. Kadang, melepaskan bukan sebab kita berhenti mencintai, tapi sebab kita pilih untuk tidak menyakiti. Bila rindu datang, ingatlah: kalau memang dia bagian dari perjalanan ini, suatu hari nanti takdir akan mempertemukan tanpa kau paksa atau cari. Kalau tidak, dia akan hilang perlahan-lahan, berganti dengan cinta lain yang lebih tepat. Dan di situ kau akan mengerti, cinta tak memiliki itu bukan beban, tapi proses menjadi lebih kuat. Jadi kalau sekarang kau berada di fasa "mencintai tanpa bisa memiliki", peluk perasaan tu sekejap, kemudian lepaskan perlahan. Biarkan ia jadi puisi dalam hati, bukan penjara untuk diri sendiri.











