"Jaman sekarang cari kerja susah", kalimat ini sering kali tidak asing ditelinga kita. Padahal kayaknya perusahaan banyak, pertokoan menjamur. Tapi kenapa rasanya susah sekali ketonjok sama realita kehidupan?
Jawabannya : Jumlah ini tidak sebanding dengan besarnya lapangan kerja yang ada, belum lagi syarat lowongan pekerjaan dengan semua kualifikasi yang bejubun. Mulai dari umur, pengalaman kerja minimal 2 tahun, skill plus yang harus dimiliki, batas usia pelamar bahkan penampilan fisik harus menariqq.
Ujung ujungnya orang tua bilang "Udah nak jadi PNS aja, kan enak dan aman". Mau kita udah kerja di perusahan besar manapun ujung -ujungnya "Ayo coba daftar PNS".
Makanya ga heran kalo sekaranggg PNS bukan hanya pilihan terakhir kaum milenial tapi udah jadi tujuan utama Gen Z. Ditambah lagi pemerintah lebih masif membuka pendaftaran PPPK dibandingkan PNS. Walaupun mirip, keduanya dibedakan dari kontrak kerja dan jaminan yang diperoleh.
Terus pertanyaannya : worth it ga nih?
Jawabannya kembali lagi, kamu butuh kenyamanan atau kemapaman fast track.
Kenapa? Karena tunjangan ASN di setiap kementerian dan Pemda itu berbeda2. Jadi income yang didapat juga pasti beda.
Tapi yang pasti dari pengalamanku : Jadi ASN itu hidup lebih terprediksi. Kita bisa memperkirakan budget pengeluaran dan tabungan.
Di era yang serba tidak menentu, kena badai PHK sana-sini, dan gonjang-ganjing ekonomi, pilihan jadi ASN jelas patut dicoba. Selain lebih aman secara finansial, batas usia kerja kamu juga jauh lebih lama dan stabil.
... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi saya menghadapi pilihan karir antara swasta dan ASN cukup menarik untuk dibagikan. Di awal karir, saya mencoba bekerja di perusahaan swasta guna mengasah skill dan membangun tabungan. Memang banyak tantangan seperti target yang ketat dan ketidakpastian jangka panjang. Namun, pengalaman ini sangat berharga untuk memahami dunia kerja dan menyiapkan diri jika ingin beralih ke ASN.
Memutuskan untuk mendaftar ASN, saya merasakan manfaat besar dari stabilitas pendapatan bulanan dan jaminan pensiun yang jelas. Meski penghasilan awal mungkin tidak sebesar di beberapa perusahaan swasta besar, kehidupan jadi lebih teratur. Saya bisa merencanakan keuangan dengan lebih baik karena pendapatan tetap, tunjangan bervariasi sesuai kementerian atau pemerintah daerah, dan risiko PHK sangat kecil dibanding swasta.
Berbeda dengan PPPK, yang juga banyak dibuka pemerintah, ASN tetap menawarkan kenyamanan jangka panjang dengan kontrak kerja yang lebih jelas dan tunjangan yang lebih terjamin. Di masa pandemi dan guncangan ekonomi, pilihan ini terasa lebih aman.
Namun, saya tetap menyarankan untuk mengumpulkan pengalaman kerja dan kemampuan yang memadai sebelum mendaftar ASN. Proses seleksi juga kompetitif dan menuntut persiapan matang. Jika kamu ingin jalur karir yang lebih cepat naik jabatan atau mendapatkan penghasilan tinggi secara cepat, swasta atau BUMN bisa jadi pilihan lebih cocok.
Secara keseluruhan, menjadi ASN sangat 'worth it' jika kamu mengutamakan kestabilan finansial dan kehidupan yang terprediksi, terutama di era ekonomi yang tidak menentu. Jadi, jangan ragu untuk mencoba daftar ASN setelah kamu merasa siap dan memiliki bekal yang cukup. Pengalaman pribadi mirip dengan apa yang disebutkan di artikel, bahwa di tengah badai PHK dan gonjang-ganjing ekonomi, ASN adalah pilihan yang layak dipertimbangkan.
ASN cukup untuk hidup stabil dan aman. tapi kalau mau kaya raya ya jangan jadi asn, takutnya malah korup.