ERA DEVALUASI KARTU KREDIT 2026: Masih Worth It Ngumpulin Miles? 😰👇

Tahun 2026 ini bener-bener jadi tahun yang berat buat para travel hacker. Devaluasi makin brutal! Poin makin susah dikumpulin, konversi miles makin gak menarik, bahkan fasilitas lounge dan airport transfer mulai banyak dipotong. Kalau dulu spending Rp7–8 juta udah bisa dapet 1.000 airline miles, sekarang butuh transaksi sampai Rp10–15 juta buat jumlah yang sama!

Tapi tenang, gak usah langsung buru-buru tutup semua kartu kredit kamu. Di slide atas, aku share 6 Kartu Kredit Anti Zonk yang TETAP aku pertahanin di dompet aku tahun ini:

- UOB PRVI Miles / UOB Zenith – Default answer buat miles hunter di Indonesia

- CIMB Niaga Mastercard World ALL – Overall Best Value tahun ini karena poin Accor-nya bernilai Euro dan dapet benefit instan yang gila banget!

- Mandiri World Prioritas / World Elite Marriott Bonvoy – Kurs asingnya super bagus dan dapet status elite hotel instan

- BMW Maybank Credit Card – Konversi mantap untuk transaksi kategori khusus dan luar negeri

- DBS Travel Signature – Kartu tertua dan selalu jadi favorit, apalagi ada benefit Starbucks gratis di bandara

- Damon JCB Precious – Masih oke buat dapetin akses lounge dan kurs terbaik ke Jepang.

Inget ya, di era devaluasi sekarang, kuncinya bukan lagi cari kartu yang paling "OP" atau paling viral, tapi cari yang paling cocok sama pola spending kamu!

Banyak family trip kelihatannya mahal, padahal bisa diatur supaya hemat ratusan juta

dengan strategi kartu kredit & miles yang tepat dan sesuai “porto” keluarga masing-masing.

Aku bahas step-by-step di Group VIP / private consulting ya.

5/23 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang juga sering memanfaatkan kartu kredit untuk mengumpulkan miles dan menghemat biaya perjalanan, saya sangat merasakan dampak devaluasi poin di tahun 2026. Perubahan ini memang membuat kita harus lebih cermat memilih kartu kredit agar tetap mendapatkan nilai maksimal. Saya pribadi memilih untuk tidak menutup semua kartu kredit saya, melainkan fokus mempertahankan beberapa kartu yang sesuai dengan pola pengeluaran saya. Salah satu poin penting yang saya pelajari adalah, bukan soal jumlah miles yang paling besar yang harus dikejar, tapi kartu kredit yang paling cocok dengan gaya belanja dan kebutuhan saya. Contohnya, UOB PRVI Miles sangat membantu karena konversi poinnya cukup kompetitif dan memberikan akses lounge bandara yang penting saat sering bepergian ke luar negeri. CIMB Niaga Mastercard World ALL juga saya gunakan untuk mendapatkan poin Accor yang bisa saya tukarkan dengan penginapan, sangat membantu untuk perjalanan bisnis dan liburan keluarga. Selain itu, penggunaan Mandiri World Prioritas memberikan akses lounge dan benefit hotel elite yang cukup bernilai, khususnya untuk yang sering menginap di jaringan Marriott Bonvoy. Terakhir, saya juga menyadari pentingnya kartu kredit dengan kurs asing yang bagus, seperti BMW Maybank dan Damon JCB Precious, yang sangat bermanfaat saat bertransaksi di Jepang atau negara lain. Strategi penting lain yang saya lakukan adalah memaksimalkan bonus welcome dan promo tahunan, serta menggunakan kartu kredit untuk kategori transaksi khusus yang mendapat poin lebih baik. Dari pengalaman saya, mengatur pengeluaran agar memiliki proporsi yang tepat sesuai kartu kredit yang dimiliki bisa menghemat ratusan juta rupiah untuk perjalanan keluarga selama beberapa tahun. Bagi kamu yang ingin memulai atau menyesuaikan portofolio kartu kreditnya di era devaluasi ini, penting juga bergabung dengan komunitas atau konsultasi khusus agar mendapatkan tips dan update terkini, sebab kondisi dan promo kartu selalu berubah. Intinya, jangan menyerah dan tetap gunakan kartu kredit sebagai alat yang mendukung gaya hidup traveling hemat dan cerdas.

Cari ·
apk money+