Aku akui aku bukan ibu yang sempurna terutama harta karena jarang ngasih hadiah yang mahal dan mewah untuk kedua anakku tercinta.
Tapi aku selalu berusaha ngasih hadiah rahasia yang rutin setiap hari untuk kedua anakku.
Yaaaap ...hadiah rahasia itu bacaan surat Al Fatihah yang aku lafadzkan setelah berdo'a habis sholat,baik sholat fardhu atau sholat Sunnah.
Setiap sholat aku juga berdo'a selain keberkahan dan kesuksesan kedua anakku didunia - di akhirat,aku pun memohon agar aku dihadiahkan Allah SWT bakti Sholeh mereka lewat do'a:
Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum
Artinya yaitu:
“Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Engkau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”
Teman -teman ada hadiah rahasia untuk buah hati kalian?
share komen pendapat kalian hadiah rahasia kalian untuk buah hati di sini 👇
... Baca selengkapnyaAku dulu mengira hadiah terbaik untuk anak itu selalu soal materi: mainan, baju baru, atau jalan-jalan ke tempat yang hits. Tapi makin ke sini, apalagi setelah jadi ibu dan makin sering muhasabah, aku sadar ada hadiah yang jauh lebih dalam maknanya: doa yang tidak pernah putus, salah satunya lewat surat Al-Fatihah.
Sekarang, setiap selesai sholat fardhu atau sholat sunnah, aku niatkan bacaan Al-Fatihah sebagai hadiah. Kadang aku niatkan khusus untuk anak-anak, kadang untuk orang tua, kadang juga untuk diri sendiri supaya dikuatkan jadi ibu yang lebih sabar. Biasanya aku baca pelan-pelan, aku sebut dalam hati: “Ya Allah, aku hadiahkan pahala bacaan Al-Fatihah ini untuk anak-anakku, jadikan mereka anak yang sholeh/sholehah, sehat lahir batin, dimudahkan urusan dunia akhirat.” Rasanya hati jadi lebih tenang karena ada rasa “aku sedang melakukan sesuatu” untuk masa depan mereka, bukan cuma urusan dunia tapi juga akhirat.
Aku juga punya kebiasaan khusus di waktu-waktu yang mustajab, misalnya:
- Setelah sholat malam, kalau sempat tahajud walau cuma dua rakaat.
- Di antara adzan dan iqamah.
- Saat sujud terakhir, aku panjangkan doa sambil menyebut nama anak dan orang tua.
Di momen-momen itu aku sering baca Al-Fatihah lalu lanjut doa: doa hadiah untuk anak, doa Al-Fatihah untuk ibu dan ayah yang sudah banyak berkorban, juga doa agar keluarga dijaga dari hal-hal yang buruk.
Kalau lagi kangen sama orang tua, aku juga suka hadiahkan Al-Fatihah untuk mereka. Walaupun mereka masih hidup, rasanya kayak kirim pelukan versi spiritual. Cuma baca: Bismillahirrahmanirrahim… sampai selesai, lalu aku bilang dalam hati, “Ya Allah, hadiahkan pahala bacaan ini untuk ibu dan ayahku, sehatkan mereka, panjangkan umurnya dalam ketaatan.” Sederhana, tapi bikin hati hangat.
Menurutku, doa Al-Fatihah itu kayak “hadiah serbaguna”. Bisa untuk anak, suami, orang tua, guru, bahkan orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup kita. Dan kerennya, nggak butuh modal apa-apa selain waktu beberapa detik dan niat yang tulus. Justru di usia 30+, 40+, 45+ ke atas, saat tenaga mulai berkurang dan nggak bisa terlalu ngoyo soal dunia, tirakat kecil seperti ini jadi terasa sangat berharga.
Kalau teman-teman ingin mulai kebiasaan ini, tips dari aku:
1. Tetapkan momen tetap, misalnya setiap selesai sholat Maghrib.
2. Niatkan dengan jelas: untuk siapa hadiah doa itu.
3. Konsisten, walau cuma satu kali dalam sehari.
4. Ajak anak sesekali, biar mereka tahu bahwa doa itu hadiah terbaik.
Jadi walaupun kita nggak selalu bisa belikan hadiah mahal, insyaAllah kita tetap bisa jadi ibu yang kaya hadiah: lewat doa, lewat Al-Fatihah, dan lewat hati yang selalu menitipkan anak-anak kepada Allah SWT.
Lihat komentar lainnya