Siapa yang sempet kagum liat kabar viral Celine Evangelista & Nikita Willy yang makin mantap berhijrah?
Jujur ya kak,Aku ngeliat mereka tuh bikin kita mikir: "Kok bisa ya mereka berhijrah,gimana prosesnya?" Kadang kita sering bilang, "Duh, aku mah belum dapet hidayah nih..."
Nah, stop deh ngomong gitu! Menurut Ustadz Adi Hidayat, hidayah itu sebenernya udah ditebar sama Allah seluas-luasnya, persis kayak Sinyal Wi-Fi. Sinyalnya ada di mana-mana, tinggal kita mau "nyalain perangkat" dan "connect" gak ke sinyal itu?
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
Maksudnya apa? Hidayah itu bukan ditunggu sambil rebahan, tapi dijemput! Kayak Celine dan Nikita, mereka mulai melangkah, lalu Allah buka jalan-jalan kemudahan lainnya. Begitu kita ambil sinyalnya, Allah kasih ketenangan jiwa yang gak bisa dibeli pakai materi apapun.
Pernah gak kakak ngerasain 'sinyal' hidayah dari Allah SWT lewat postingan di lemon8 ?
... Baca selengkapnyaHijrah bukanlah sebuah langkah yang mudah, tapi kisah nyata dari para selebriti seperti Celine Evangelista dan Nikita Willy menunjukkan bahwa proses perjalanan spiritual ini sangat mungkin dijalani oleh siapa saja. Dari pengalaman pribadi dan pengamatan, menjemput hidayah itu ibarat mencari sinyal Wi-Fi yang kuat di tengah keramaian: harus aktif dan berusaha mencari koneksi yang tepat.
Pengalaman saya sendiri mengajarkan bahwa langkah kecil seperti memperbaiki kualitas sholat, memperbanyak doa, dan bergabung dengan lingkungan yang positif, sangat membantu memperkuat 'sinyal' hidayah itu. Ustadz Adi Hidayat juga memberikan analogi menarik tentang hidayah yang sudah tersebar luas, seperti sinyal Wi-Fi yang siap tersambung kapan saja selama kita mau menyalakan perangkat hati kita.
Selain itu, memperhatikan ayat QS. Al-Ankabut ayat 69 mengingatkan kita bahwa jihad mencari keridhaan Allah akan membuka jalan kemudahan. Selama menjalani hijrah, saya menyadari bahwa masalah hidup menjadi terasa lebih ringan, seperti yang dijelaskan dalam QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang taqwa yang membuat hati tenang dan pikiran jernih. Proses hijrah itu membawa efek 'glow up' bukan hanya dari luar tapi juga batin, buktinya perubahan positif yang menghiasi kehidupan kita sehari-hari.
Tidak hanya berhenti saat merasa sudah cukup, menjemput hidayah berarti konsisten dalam kebaikan setiap hari. Misalnya, menjaga konsistensi sholat, berusaha menjauhi perbuatan yang kurang baik, dan aktif mencari ilmu agama. Hal-hal kecil ini ibarat 'perangkat' yang kita nyalakan untuk menguatkan sinyal hubungan kita dengan Allah SWT. Jadi, jika merasa belum mendapatkan hidayah, jangan patah semangat; mungkin kita hanya perlu mengganti cara mencari dan membuka hati lebih luas lagi.
Bergabung dalam komunitas atau circle positif juga sangat membantu. Seperti saya yang merasa lebih termotivasi saat berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan orang-orang yang juga sedang dalam perjalanan hijrah. Lingkungan mendukung adalah kunci agar kita terus maju dan tidak merasa sendirian.
Bagaimana dengan kamu? Pernahkah merasakan sinyal hidayah dari Allah lewat pengalaman sehari-hari, media sosial, atau bahkan kata-kata inspiratif? Yuk, terus saling berbagi dan saling menguatkan agar perjalanan hijrah ini makin bermakna dan penuh keberkahan.