membiarkan mereka berfikir dulu nanti baru di perbaiki dan di beri masukan dan penjelasan lebih lanjut🤭😁😁
Dalam pengalaman saya, memberikan anak waktu untuk berpikir sebelum kita langsung memberikan jawaban atau koreksi sangat membantu dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Misalnya, saat mereka mengalami kesalahan kecil seperti pada perhitungan matematika 'x2=7+7=19', saya membiarkan mereka mencoba memahami dulu kesalahan tersebut secara mandiri. Pendekatan ini membuat anak merasa dihargai dan tidak tertekan, sehingga mereka lebih terbuka menerima masukan saat kita memberikan penjelasan lebih lanjut. Selain itu, membiarkan anak mencari tahu kesalahannya sendiri juga melatih kemampuan problem solving mereka, yang sangat berguna dalam proses belajar di jenjang selanjutnya. Saya biasanya mengajak anak berdiskusi setelah mereka mencoba berpikir sendiri, dengan bertanya seperti "Menurutmu, apa yang membuat jawabannya jadi berbeda?" atau "Bagaimana kamu bisa memperbaikinya?". Cara ini tidak hanya membuat mereka aktif terlibat dalam pembelajaran, tapi juga membangun rasa percaya diri dan ketekunan. Jadi, penting bagi orang tua atau guru untuk sabar memberi ruang berpikir dan jangan terburu-buru memberi koreksi. Dengan begitu, anak bisa belajar dari kesalahan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Metode ini saya percaya efektif untuk membentuk kebiasaan belajar yang mandiri dan positif.


















































