Resep Sayur Lodeh
Akhir‑akhir ini aku lagi sering banget masak sayur lodeh nangka di rumah. Awalnya cuma coba-coba karena bosan masak itu‑itu saja, eh ternyata keluarga pada suka dan malah sering request. Menurutku kunci enaknya lodeh nangka itu di tekstur nangkanya yang empuk tapi nggak hancur, sama bumbu yang medok. Biasanya aku pakai nangka muda yang masih agak keras, jangan yang terlalu tua supaya nggak cepat hancur. Nangkanya aku rebus dulu dengan sedikit garam sampai setengah empuk, baru deh dimasak bareng bumbu lodeh. Bumbu halus yang kupakai mirip seperti di foto: bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, kemiri, ketumbar bubuk, terasi udang sedikit, plus laos dan daun salam yang digeprek/dirobek biar wangi. Untuk kuahnya aku suka pakai santan kental, sekitar 200 ml, jadi rasanya lebih gurih dan creamy. Tapi kalau mau lebih ringan, santannya bisa dicampur dengan air atau pakai santan kara encer. Jangan lupa api dikecilkan waktu santan sudah masuk, sambil terus diaduk supaya santan nggak pecah. Biasanya aku tambahkan kaldu jamur, gula merah sedikit, garam, dan cek rasa sampai pas. Selain nangka muda, aku juga suka campur sayuran lain biar lebih rame: kol, kacang panjang, wortel, jagung manis, terong, bahkan kadang tambahin pete kalau lagi kangen masakan Jawa. Kalau ada udang besar, bisa banget ikut dimasukkan; rasanya jadi makin gurih, kuah lodehnya jadi berasa kaldu udang. Tips dari aku, kalau mau lodeh nangka tahan lebih lama, kurangi sedikit santan kental dan simpan di kulkas setelah dingin. Panasin lagi pakai api kecil sampai mendidih sebelum disajikan. Sayur lodeh nangka ini enak banget dimakan sama nasi hangat, tempe goreng, sambal terasi, dan kerupuk. Menurutku ini menu rumahan yang sederhana tapi nagih, cocok buat ide masakan harian tanpa ribet.











































