Marahnya guru🫶 itu tanda sayang💐✨
Dalam pengalaman saya, marahnya guru pada siswa memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar teguran. Marah yang disampaikan dengan niat mendidik sebenarnya adalah bentuk tarbiyah, yaitu upaya agar siswa mengenal dan memperbaiki kesalahan mereka. Saat dulu saya dimarahi guru, awalnya saya merasa tertekan, namun seiring waktu saya mulai menyadari bahwa kemarahan itu sebenarnya adalah tanda guru peduli dan ingin kita menjadi lebih baik. Guru yang marah bukan berarti mereka tidak menyayangi, justru sebaliknya, galaknya guru menunjukkan perhatian yang tulus demi kemajuan kita. Sikap marah guru juga mengajarkan kita untuk introspeksi diri dan menjadi pribadi yang lebih disiplin serta berakhlak mulia. Melalui marahnya guru, saya belajar untuk memperbaiki kesalahan dengan serius dan memahami nilai-nilai penting dalam pendidikan karakter yang disampaikan oleh guru. Tentu, mari kita bedakan antara marah yang membangun dengan marah yang disalahgunakan oleh oknum tertentu. Jika kemarahan guru digunakan untuk kepentingan pribadi atau bersifat menyakiti, itu bukanlah bagian dari budaya pendidikan yang seharusnya. Namun secara keseluruhan, dalam budaya pendidikan Islam, marah guru yang disertai dengan tarbiyah adalah bentuk khidmat dan ta'dzim, yaitu penghormatan murid kepada guru. Ini menjadi pondasi utama sebelum belajar ilmu pengetahuan dan iman. Oleh karena itu, jika kita merasa dimarahi oleh guru, jangan cepat baper atau salah paham. Jadikan itu sebagai momen untuk berdamai dengan diri sendiri, introspeksi, dan berusaha memperbaiki diri agar kita bisa tumbuh menjadi insan yang lebih baik dan berakhlak luhur.
































































