Diselingkuhin, kdrt , gak dinafkahi 😭😭 #uffridatunnitami #evantami #evanmarvino
Melalui pengalaman saya membaca kisah ini, saya semakin sadar betapa pentingnya keberanian untuk mengambil langkah dalam menghadapi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasus seperti kekerasan fisik, karena amukan yang sampai membuat barang terlempar hampir mengenai kepala, dan ketidakadilan terkait nafkah istri adalah hal yang sangat serius dan patut mendapat perhatian. Saya pernah mendengar cerita serupa dari teman dekat yang mengalami situasi sulit karena suaminya tidak memberikan nafkah secara rutin, bahkan setelah bertahun-tahun menikah. Rasa trauma dan ketakutan yang ditimbulkan dari kekerasan fisik tidak hanya berdampak pada korban, tapi juga pada anak-anak yang menyaksikan kejadian tersebut. Karena itu, sangat penting untuk tidak menutup mata terhadap tanda-tanda KDRT dan segera mencari bantuan. Dalam konteks hukum dan sosial di Indonesia, istri berhak mendapatkan nafkah yang cukup, termasuk untuk kebutuhan pribadi setelah menikah. Permintaan nafkah yang tidak dipenuhi oleh suami seringkali menjadi pemicu konflik hebat, bahkan berujung pada kekerasan. Jika Anda atau orang terdekat mengalami hal ini, ada baiknya mencari pendampingan dari lembaga perlindungan perempuan dan anak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan dukungan psikologis. Selain itu, penting untuk membangun support system yang kuat baik dari keluarga maupun komunitas sekitar. Membuka komunikasi dengan para profesional seperti psikolog atau konselor juga dapat membantu mengatasi trauma dan mendukung proses pemulihan. Mengenali KDRT tidak hanya sebagai kekerasan fisik, tapi juga kekerasan emosional dan ekonomi seperti menolak memberikan nafkah, merupakan langkah awal dalam mencegah kerusakan yang lebih dalam bagi keluarga. Jangan ragu mengumpulkan keberanian untuk berbicara dan mencari jalan keluar agar keselamatan dan kesejahteraan diri sendiri dan anak-anak tetap terjaga.






















































