banjir
ini waktu kemaren Sumatera dan Aceh Banjir. Trus di Medan dan sekitarnya dilanda hujan 4 hari berturut². dan banjir juga pastinya, walhasil rumah kita pun ikut kebanjiran, walaupun gak separah daerah lainnya, tapi cukup membuat kami trauma kalau sudah turun hujan.
Waktu banjir kemarin di Medan, aku baru benar-benar kepikiran: kalau ada korban banjir di dekat rumah kita, sebenarnya sikap yang paling tepat itu apa sih? Soalnya kondisi lagi panik, air naik, semua orang sibuk selamatkan barang, tapi di sisi lain ada tetangga yang butuh bantuan. Dari pengalamanku, hal pertama yang aku lakukan adalah pastikan dulu keselamatan diri sendiri dan keluarga. Kedengarannya egois, tapi kalau kita sendiri tidak aman, kita malah jadi nambah korban. Jadi aku pastikan listrik dimatikan, barang penting dipindahkan ke tempat tinggi, dan orang-orang di rumah sudah di posisi yang cukup aman. Setelah merasa agak aman, baru aku lihat ke luar. Kalau ada korban yang butuh pertolongan langsung, misalnya lansia yang kesulitan jalan, anak kecil yang terpisah dari orang tua, atau tetangga yang kebingungan, aku biasanya menawarkan bantuan sebisa mungkin. Kadang cuma bantu angkut barang, kadang bantu antar ke rumah lain yang lebih tinggi, atau sekadar menemani mereka supaya tidak panik. Hal lain yang menurutku penting adalah tetap tenang dan tidak menyebarkan kepanikan. Di situasi banjir, berita simpang siur gampang banget tersebar. Jadi kalau ada info soal ketinggian air, bantuan, atau lokasi pengungsian, aku usahakan cek dulu ke grup RT/RW atau tetangga yang lebih tahu sebelum cerita ke orang lain. Kalau ada korban luka atau yang terlihat sangat lemah, jangan ragu minta bantuan yang lebih profesional. Bisa hubungi pihak kelurahan, BPBD, atau petugas setempat. Di daerahku, seringnya koordinasi lewat grup WhatsApp warga, jadi info orang yang butuh dievakuasi bisa cepat diteruskan. Sikap lain yang sederhana tapi kerasa banget manfaatnya adalah saling berbagi makanan dan minuman. Waktu air sudah mulai surut, kami biasanya masak agak banyak dan kirim ke tetangga yang rumahnya lebih parah kena banjir. Rasanya mungkin sepele, tapi buat yang kehilangan banyak barang, dapat makanan hangat itu ngena banget di hati. Setelah banjir reda, jangan lupa juga untuk saling bantu bersih-bersih. Aku sendiri pernah dibantu tetangga bersihin lumpur di teras, jadi ketika rumah tetangga yang lain kebanjiran lebih parah, aku juga berusaha gantian bantu mereka. Dari situ kerasa banget kalau di tengah musibah, sikap saling peduli dan gotong royong itu yang bikin kita kuat. Intinya, kalau ada korban banjir di dekat rumah, sikap yang aku lakukan adalah: jaga keselamatan diri dulu, bantu sebisa mungkin tanpa nekat, tetap tenang, cari informasi yang jelas, dan jaga rasa kemanusiaan dengan saling dukung. Banjir mungkin bikin trauma, apalagi kalau hujan turun berkali-kali, tapi punya tetangga yang saling peduli bikin kita tidak merasa sendirian.

































