Back ke aussy dulu ya
Kunjungan saya ke Australia kali ini membawa pengalaman yang cukup unik dan berkesan, terutama karena bertepatan dengan masa puasa Ramadan. Tinggal di negara dengan suhu yang bisa mencapai 42°C membuat saya benar-benar merasakan tantangan ekstra. Berpuasa di tengah cuaca panas bukan perkara mudah, apalagi saat harus berpindah-pindah tempat dan menghadapi perjalanan yang panjang. Saya melakukan perjalanan dari Bali menuju Perth menggunakan pesawat TransNusa. Perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga jam empat puluh menit ini memberikan saya waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca panas Australia yang khas. Sesampainya di Perth, kelelahan akibat perjalanan dan panasnya udara sangat terasa, sehingga saya langsung mencari tempat makan untuk mengisi energi, terutama karena jam buka restoran yang harus menyesuaikan dengan waktu berbuka puasa. Mencicipi makanan di Australia memang tidak murah, seperti semangkuk kari yang saya pesan dengan harga sekitar 230.000 rupiah. Namun, cita rasa dan pengalaman tersebut sangat berharga, terutama bagi para wisatawan yang ingin merasakan kultur kuliner setempat. Selain itu, suasana restoran yang nyaman dan pelayanan yang ramah membuat saya betah menikmati hidangan sambil melepaskan penat setelah penerbangan panjang. Selain aspek kuliner, saya juga mengamati pemandangan unik seperti tanah merah kering yang menjadi ciri khas beberapa daerah di Australia. Keindahan alam serta keberagaman pengalaman membuat perjalanan ini sangat berarti. Bagi teman-teman yang ingin mencoba pengalaman serupa, saya sarankan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan mempersiapkan diri dengan baik, terutama jika berkunjung saat musim panas yang ekstrem. Pengalaman berpuasa dan menjelajah Australia ini memberi saya banyak pelajaran berharga tentang ketahanan fisik dan mental, serta cara menikmati perjalanan walau dalam situasi yang tidak biasa. Semoga catatan perjalanan ini bisa menjadi inspirasi bagi kalian yang ingin menggabungkan pengalaman spiritual dengan petualangan luar negeri.







































