Yang Hilang Tak Selalu Jauh
Dalam Yohanes 10:14-16, kita diajak untuk memahami bagaimana Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai gembala yang baik yang mengenal domba-domba-Nya dan membela mereka dengan kasih yang tulus. Kesadaran ini sangat mengena bagi saya pribadi, terutama dalam menghadapi masa-masa saat merasa kehilangan arah atau jauh dari tujuan hidup. Saya belajar bahwa "yang hilang tak selalu jauh" bukan hanya sebuah ungkapan, tetapi sebuah kenyataan rohani yang mengingatkan bahwa kehilangan bisa berasal dari dalam hati, bukan hanya secara fisik. Seperti perumpamaan anak yang hilang, Tuhan tidak hanya mencari yang tersesat secara lahiriah, tetapi juga yang terasing secara rohani. Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa dalam perjalanan hidup, saat kita merasa tersesat, kasih Tuhan tetap ada dan Dia selalu siap menyambut dan membimbing kita kembali ke jalan yang benar. Hal ini memberikan ketenangan dan keberanian untuk terus melangkah, walau dalam tantangan dan keraguan. Saya juga menaruh perhatian pada makna "domba lain yang bukan dari kandang ini" yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut, yang mengajarkan kita bahwa kasih Tuhan melampaui batas-batas dan mengajak kita untuk menerima dan menyayangi sesama yang berbeda latar atau kondisi. Ini memperkaya pengalaman spiritual saya dan mengajarkan nilai toleransi dan inklusivitas. Berbagi refleksi pribadi ini, saya berharap pembaca dapat merasakan kedekatan kasih Tuhan yang tak terbatas dan mendapatkan penguatan dalam perjalanan iman mereka. Memahami Yohanes 10:14-16 bukan hanya soal bacaan Alkitab, tapi juga pengalaman hidup yang memupuk rasa belas kasih dan pengharapan.





































































