... Baca selengkapnyaSetiap kali hujan turun, banyak dari kita cuma mikir soal jalanan macet atau baju yang nggak kering-kering. Padahal dalam Islam, hujan itu punya makna yang jauh lebih dalam: rahmat, rezeki, dan tanda kasih sayang Allah yang sering banget kita lupa syukuri.
Kalau baca ayat-ayat Al-Qur'an, air hujan itu digambarkan sebagai sumber kehidupan. Salah satunya di QS. Al-Furqan:48, Allah menurunkan air dari langit yang suci lagi menyucikan. Dari sini ulama menjelaskan bahwa air hujan termasuk air yang bisa dipakai untuk bersuci, baik wudhu maupun mandi junub. Jadi kalau lagi di perjalanan dan kehujanan, sebenarnya itu juga bentuk nikmat, karena airnya suci dan bermanfaat.
Aku pribadi ngerasa momen paling berkesan itu saat tahu bahwa hujan adalah rahmat dan rezeki. Tanpa hujan, nggak ada tanaman yang tumbuh, nggak ada air di sungai, sawah kering, hewan pun kehausan. Rezeki kita banyak yang bergantung pada hujan, walaupun kadang kita nggak sadar. Dari panen petani, harga bahan makanan, sampai air yang mengalir di keran rumah kita, semua ada kaitannya dengan hujan. Nggak heran kalau para ulama sering mengingatkan: "hujan adalah rahmat Allah" dan "hujan adalah rezeki bagi makhluk-Nya".
Dalam hadis juga disebutkan bahwa ada dua waktu mustajab doa: saat adzan dan ketika hujan turun. Jadi kalau langit mulai gelap dan hujan pelan-pelan turun, itu sebenarnya momentum emas buat menenangkan hati dan curhat ke Allah. Aku biasanya diam sejenak, berhenti dari aktivitas, lalu doa singkat dari hati sendiri, selain membaca doa khusus hujan.
Salah satu doa yang sering aku baca saat hujan turun adalah: "Allahumma shayyiban nafi'an" yang artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat." Doa ini diajarkan Nabi dan diriwayatkan dalam Shahih Bukhari. Dengan doa ini, kita bukan cuma minta hujan, tapi minta hujan yang membawa manfaat, bukan yang menimbulkan bahaya. Jadi kalau pun memohon hujan deras, sebaiknya tetap disertai permohonan agar hujan itu penuh keberkahan dan tidak membawa kerusakan.
Soal "doa memohon hujan deras" atau cara memohon hujan, dalam Islam dikenal yang namanya shalat Istisqa (shalat minta hujan). Itu dilakukan ketika kemarau panjang. Rasulullah dan para sahabat dulu keluar ke tanah lapang, shalat dua rakaat, lalu berdoa bersama-sama memohon hujan. Jadi "memanggil hujan" versi Islam bukan lewat ritual aneh, tapi lewat doa, taubat, sedekah, dan memperbanyak istighfar.
Satu hal penting lainnya: kita dilarang mencela hujan. Kadang refleks keluar kalimat, "Aduh, hujan lagi! Gara-gara hujan jadi begini-begitu." Padahal dalam beberapa riwayat dijelaskan, Nabi melarang mencela angin dan hujan, karena itu semua adalah ciptaan Allah dan membawa keberkahan yang mungkin belum kita lihat secara langsung. Sejak tahu ini, aku belajar mengubah kalimat: dari mengeluh jadi mendoakan, dari kesal jadi mengucap "Alhamdulillah".
Kalau kamu lagi berada di fase hidup yang terasa berat, coba deh jadikan hujan sebagai pengingat bahwa setelah langit gelap, pasti ada rahmat yang turun. Saat rintik pertama mulai jatuh, ambil waktu sebentar: ucapkan doa, minta rezeki yang halal dan luas, minta hati yang tenang, dan percaya kalau hujan ini adalah bentuk tanda kasih sayang Allah yang penuh keberkahan.