Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
Baca yuk!
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 10. “Keinginan apa? Hidup kalau memang sudah digariskan seperti ini ya tinggal dijalani Mon. Enggak perlu terlalu punya banya
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Sudah sampai mana persiapanmu?
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 9. Di malam yang syahdu. Ketika Riko sudah terlelap dalam tidurnya, sementara di luar gerimis turun tanpa membawa keangkuhan,
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Anak lebih tahu kondisi orang tua yang sebenarnya
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 8. “Iya bu. Riko juga kan sudah besar. Jadi kalaupun ditinggal oleh Monica bekerja, Mas Wisnu enggak bakal terlalu repot meng
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Mengalah demi mendapatkan udud
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 7. “Ya sudah aku beli.” Wisnu memandangi istrinya yang sekarang tengah mengelapi sisi-sisi kompor. Berharap istrinya itu m
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Gimana ga jengkel. Punya anak, ga kerja, gada duit
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 6. Tak berapa lama Wisnu muncul kembali di hadapan istrinya dan mendeteksi raut muka Monica yang kecut, namun ia sama sekali
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Masih ada yang unlock
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 5. “Riko, kamu udah jajan?” tanya Geri, anak yang dikenal celamitan. “Udah.” “Mana jajanan kamu?” “Ada di dalam.”
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Terjebak Pinjol!!!
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 4. Monica menatap layar ATM yang menampilkan deret angka dan ia bergumam. “Rupanya benar semudah ini.” Tak lama, uang-uang
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Mencuan dari nulis
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 3. Muncul lagi notifikasi berikutnya yang menjelaskan, bahwa uang tersebut telah masuk ke rekening. Seketika Monica bangkit d
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Ini yg bikin rumah tangga hancur. Mulut perempuan!
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 2. Putra mereka lalu berjalan ke luar dengan acuh. “Riko mau ke mana?” “Main!” Monica menghela nafas dan suaminya bi
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

TOLOOOOONG!
Terjerat pinjol! Suami nganggur, beras habis, anak sakit, dan orang tua menyuruhku bercerai. Apa yang harus kulakukan? Novel Karam (tamat) Penulis FauzanAdzima Bab 1. Wisnu meriang. Ia meringkuk dibalik selimut, sementara Riko merengek di hadapan Monica. Ia minta jajan, sementara ibunya i
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Puncak kemarahan
Bab 10. Mamah Alinea bicara dengan penuh penekanan. “Amelia, mamah melakukan semua ini demi kebaikan kamu. Masa depan kamu. Mamah enggak mau kamu terkontaminasi oleh cara pandang anak seniman itu yang terlalu anarkis. Mamah enggak mau kamu pada akhirnya ditolak oleh dunia, oleh lingkungan sekita
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Ribut terus, kenapa sih cuma gara-gara...
Bab 9. “Ya kalau seniman itu tidak menganggur dan punya aktivitas yang bisa mendatangkan banyak uang, kenapa tidak? Lagipula perjalanan putri bungsu kita ini kan masih jauh. Lulus SMA, kuliah, terus bekerja atau meneruskan lagi studinya hingga S2, dan selama itu berlangsung dia masih punya kesem
Fz Susan

Fz Susan

2 suka

Tiada restu untuk anak seniman!
Bab 8. “Mamah yang minta agar papahmu membubuhi nama mamah di belakang nama depan kalian.” “Dan aku lebih suka dipanggil Alinea ketimbang Amel.” “Terserah kamu. Yang penting mamah akan tetap memanggil dengan nama biasanya Amel atau Amelia supaya ada pembeda dengan yang lain.” Mamah Alinea
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Ayah kesepian
Bab 7. Dering telepon berbunyi dan Gibran mengabaikan alat komunikasinya yang tersimpan di dalam saku celana. “Biarkan, itu pasti ayah. Kata ayah, gadis itu alim dan pendiam. Tetapi sebenarnya supel dan ramah. Makanya ayah enggak berani membawanya ke hadapanku. Takut dia sakit hati dengan kat
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Duda dan gadis
Bab 6. Pada pantai yang selalu menjadi saksi pertemuan dua insan yang pada masing-masingnya memiliki cita-cita, mereka satukan hati dalam keheningan dan kegamangan. Alinea yang masih juga belum mendapatkan restu untuk bisa menekuni dunia sastra dari kedua orang tuanya dan kini ditambah dengan
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Novel remaja di aplikasi kepenulisan online
Bab 5. Wajah Alinea menjadi sendu. “Ya.” Ia masih ingat betul bagaimana salah satu peristiwa sempat merongrong pikiran Gibran hingga mendorongnya berani berbuat keras dan kasar terhadap ayah kandungnya sendiri, ketika lelaki itu hendak meminta restu dari putra semata wayangnya untuk menikahi
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Bab 4.
Bab 4. “Aku ingin kamu bebas dari sisa bayang-bayangku. Karena kalau kamu terus memikirkanku, kamu akan merasa rindu dan apa yang bisa dilakukan oleh orang yang menimbun rindu? Menelepon atau minta ketemuan meski jaraknya jauh, iya kan? Alinea, aku yang masih hidup ini juga tahu persis bagaimana
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Semua tentangmu
Bab 3. Keesokan harinya di tepi pantai pesisir, ombak bergelung berlomba-lomba. Bau amis ikan yang sempat tercium sebelum mata mereka menyentuh pantai itu sudah tidak lagi ada. Padahal bila mereka berbalik badan akan nampaklah dalam pandangan sebuah bangunan pabrik yang di dalamnya masih terdapa
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Gibran
Bab 2. Wanita yang hampir menginjak lima puluhan itu menghampiri. Matanya nyalang menyelidik. “Lagi?” katanya setelah berada dalam jarak yang terlalu dekat dan Amelia tidak punya keberanian untuk menatap wajahnya. Ia lalu membasahi kedua bibirnya dengan lidah yang mulai mengering. Bagaimana b
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Lucu deh sahabatan dari kecil
Bab 1. Alinea yang tengah berada di atas panggung sembari memegang secarik kertas berisi untaian puisi menatap penonton dengan penuh keyakinan. Dibacanya baris demi baris puisi yang merupakan karangan sastrawan W.S. Rendra yang berjudul Maskumambang. Suara, mimik, dan gestur pembawaannya namp
Fz Susan

Fz Susan

1 suka

Lihat lainnya
Fz Susan
1Mengikuti
175Pengikut
187Suka dan simpan

Fz Susan

Menulis di aplikasi KBM App Bergabunglah di grup WA Admin 085721917554