Balik lagi di konten random IRT 30++ beranak satu 🤗
Gimana nih kabar keuangan hari ini? Aman terkendali apa lagi teriak minta tolong? 😅
Jujur deh, kadang kita udah ngatur uang mati-matian, tapi kok ya tetep aja cepat habis? Jangan-jangan, biangnya itu sifat kita sendiri, lho! Sifat-sifat kecil yang tanpa sadar bikin kita jadi boros akut.
Yuk, kita bedah bareng, sifat apa aja sih yang bikin kita nggak bisa kaya-kaya? Trus, gimana sih cara ngatasinnya ala IRT cerdas?
... Baca selengkapnyaKalau ngomongin apa itu sifat impulsif, aku dulu juga suka ngegas beli sesuatu cuma karena kelihatan lucu atau lagi diskon. Padahal kalau dipikir, itu cuma keinginan sesaat. Buat aku, impulsif itu kebiasaan belanja tanpa mikir panjang, nggak pakai rencana, dan sering banget bikin nyesel di akhir bulan.
Contoh boros yang paling sering aku lakukan: lihat flash sale di HP, keranjang belanja penuh, padahal barang-barangnya nggak urgent. Mulai dari mug lucu, baju yang modelnya mirip yang udah ada, sampai skincare yang sebenarnya stok di rumah masih banyak. Rasanya kayak, "murah sayang kalau dilewat" padahal tetap aja keluar duit.
Supaya nggak kebablasan impulsif, aku mulai terapin aturan 48 jam yang aku tulis di gambar: kalau pengin sesuatu, aku tahan minat beli minimal 2 hari. Biasanya setelah lewat 48 jam, rasa pengin itu turun sendiri dan aku jadi bisa nilai, ini beneran perlu atau cuma lapar mata. Aku juga bedain jelas antara "ingin" dan "butuh". Kalau nggak dibeli hari ini dan hidup masih baik-baik aja, berarti itu cuma ingin, bukan kebutuhan.
Contoh boros lain yang sering kejadian ke IRT tuh fomo alias takut ketinggalan tren. Misalnya ikutan beli perlengkapan estetik buat dapur karena lagi viral, atau ikut langganan kopi kekinian biar berasa nggak kalah gaya sama temen. Padahal, kalau tujuan finansial kita belum aman (tabungan tipis, dana darurat belum kepegang), yang kayak gini ini sebenarnya bikin dompet auto nangis.
Aku mulai sadar, kalau kebiasaan boros ini terus dibiarkan, IRT kayak kita susah banget naikin level keuangan. Makanya sekarang aku coba punya tujuan yang jelas, misalnya: pengin punya dana darurat 3x gaji, pengin lunasin cicilan, atau pengin nabung buat sekolah anak. Setiap kali impulsif atau fomo muncul, aku ingat-ingat lagi tujuan itu. Kadang aku tulis di catatan HP: "IRT wajib tahu, stop boros kalau mau dompet aman." Sesimpel itu tapi cukup membantu ngerem.
Hal lain yang bikin boros tanpa sadar adalah rasa malas. Malas masak, malas meal prep, akhirnya sering beli makanan di luar. Mungkin kelihatannya cuma 20–30 ribu sekali makan, tapi kalau kejadiannya hampir tiap hari, bisa kebayang kan seminggu atau sebulan habis berapa? Sekarang aku biasain luangin waktu 30 menit di hari libur buat bikin rencana menu dan anggaran belanja, kayak yang aku tulis di gambar. Nggak harus menu rumit, yang penting realistis dan sesuai kondisi dompet.
Intinya, sifat "terlarang" yang bikin dompet nangis itu biasanya berawal dari hal kecil yang kita anggap sepele. Pelan-pelan aja, jujur ke diri sendiri dulu: bagian mana dari diri kita yang paling bikin boros—impulsif, fomo, kebanyakan ingin, atau malas? Dari situ baru kita bisa mulai perbaiki satu per satu.
Kaka Selamat ya Telah menjadi Winner Week 3 Keseharianku🤩👍