Kemarin itu banyak yg post lomba, udah exited daricrumah berangkat mau liat bocil lomba juga di perumahan nenek nya
Etapi ko mager ni bocah disuruh mandi gamau maunya tidur mulu, alhasil papanya ikut buat nemenin sampe sana malah gamau ikut lomba
Berdiri aja gak lama minta pulang kerumah karna katanya panas gerahhh
Sampe rumah langsung buka baju semuanya trus ACan
Heummmmpp
Sejam dirumah ganti baju akhirnya baru mau keluar nontonin kakak2 pada lomba dan dia malah ikutan lari2 ditengah tempat lomba tp ditanya mau lomba engga gamau 😌😌😌
... Baca selengkapnyaSebagai emak toddler, aku makin sadar kalau urusan lomba 17an sama anak kecil itu nggak bisa cuma modal baju merah putih lucu dan ekspektasi tinggi. Dari rumah dia udah kelihatan lesu, maunya tidur, tapi aku tetap ajak karena mikirnya, "Ah nanti juga happy liat temen-temen lomba." Nyatanya sampai lokasi, panas gerah bikin mood dia langsung turun.
Pelajaran besar buat aku: anak itu peka banget sama cuaca dan kenyamanan. Kalau dia bilang panas, gerah, atau capek, biasanya memang beneran nggak nyaman, bukan sekadar manja. Sekarang kalau ada acara di luar rumah, apalagi lomba 17an, aku punya beberapa trik biar nggak drama:
Pertama, pilih jam yang lebih adem. Kalau bisa datang pas sore atau menjelang malam ketika matahari sudah nggak terlalu terik. Kemarin aku datang agak siangan, dan itu kesalahan utama, bikin dia langsung cranky.
Kedua, soal outfit. Baju merah putih memang gemes, tapi aku sekarang lebih pilih bahan yang tipis dan menyerap keringat. Celana kodok putih dan kaus merah memang lucu di foto, tapi ternyata bikin dia tambah gerah. Topi dan kipas kecil portable juga lumayan membantu kalau cuaca lagi nggak bersahabat.
Ketiga, jangan maksa ikut lomba. Aku sekarang mindset-nya: kalau dia cuma mau nonton, jadi suporter, atau sekadar lari-lari di pinggir arena, ya sudah. Yang penting dia tetap merasa senang dan aman. Kemarin dia akhirnya mau keluar rumah lagi setelah ganti baju dan cuaca agak adem, tapi tetap nggak mau daftar lomba. Dia cuma jalan dan lari-lari di tengah keramaian, liatin kakak-kakak lomba, dan sesekali tepuk tangan.
Keempat, siapin plan B. Waktu dia tiba-tiba minta pulang karena nggak kuat panas, aku sekarang belajar buat nggak kecewa berlebihan. Pulang, mandi, buka baju, kasih minum dingin, dan biarkan dia istirahat dulu. Setelah badan seger, biasanya mood-nya jauh lebih baik. Baru dia mau keluar lagi, meski hanya sebagai penonton.
Yang paling penting, aku belajar menurunkan ekspektasi. Kadang kita sebagai orang tua sudah kebayang foto-foto estetik anak ikut lomba 17an, padahal realita toddler life itu beda: banyak drama, banyak "gamau", dan banyak keputusan spontan. Tapi di situ justru serunya: tiap tahun punya cerita unik sendiri. Tahun ini dia gamau ikut lomba karena panas, siapa tahu tahun depan malah minta ikut semua lomba sekaligus.
Jadi buat emak-emak lain yang punya toddler dan mau ajak mereka ke acara 17an, nggak apa-apa kalau ujungnya cuma jadi suporter atau malah pulang lebih cepat. Yang penting anak merasa nyaman, dan kita tetap bisa menikmati momen kecil bareng mereka, meskipun nggak sesuai rencana awal.
wah anakku juga yang pertama mageran nih kak