... Baca selengkapnyaSaat saya mulai belajar makeup, saya juga sempat bingung membedakan antara color corrector dan concealer. Dari pengalaman saya, color corrector sangat membantu dalam menetralkan warna kulit yang tidak merata sebelum menggunakan concealer atau foundation. Misalnya, ketika saya memiliki bekas jerawat atau kemerahan pada wajah, saya selalu menggunakan color corrector warna hijau tipis-tipis pada area tersebut. Pengaplikasian yang tepat dan tidak berlebihan membuat warna kemerahan menjadi netral, sehingga concealer atau foundation yang saya gunakan setelahnya bisa terlihat lebih menyatu dan natural.
Saya juga sering menggunakan peach corrector untuk menyamarkan lingkaran hitam di bawah mata yang ringan hingga sedang. Sementara itu, untuk lingkaran hitam yang lebih gelap, Orange corrector sangat membantu untuk mencerahkannya. Lavender corrector pun saya gunakan ketika kulit saya terlihat kusam dan kekuningan. Color corrector warna ini berhasil membuat wajah saya tampak lebih segar dan cerah. Untuk warna pink, menurut saya sangat cocok bagi yang memiliki kulit terang dan ingin memberikan kesan segar di area bawah mata.
Penting sekali untuk tidak mengoleskan color corrector di seluruh wajah karena bisa membuat makeup terlihat tidak natural. Saya selalu menggunakan jumlah yang tipis dan hanya di area yang memang membutuhkan. Setelah mengaplikasikan corrector, saya baru timpa menggunakan concealer yang sesuai dengan warna kulit saya, kemudian dilanjutkan dengan foundation atau cushion. Urutan pemakaian ini membantu hasil makeup jadi lebih flawless dan tahan lama.
Dari pengalaman saya, mengetahui fungsi dan warna color corrector dengan benar membuat proses makeup jadi jauh lebih mudah dan hasilnya juga maksimal. Saya merekomendasikan untuk tidak langsung menggunakan terlalu banyak, tetapi mulai dari jumlah sedikit dan sesuaikan dengan kebutuhan kulit kita. Tips ini sangat membantu untuk mengatasi masalah warna kulit yang berbeda sehingga wajah terlihat lebih merata dan makeup terasa lebih natural.