#GoodBye2025 Semoga Tahun #2026 menjadi perjalanan yang menuntun kita semakin baik. Seringkali kita tanpa sadar membandingkan diri kita dengan kehidupan orang lain. Padahal sejatinya kita hidup sesuai sandiwara panggung saja. Memperlihatkan sesuatu yang enaknya saja. Tapiya sama saja. Semua punya tantangan hidup masing-masing. #PengalamanKu menerapkan hidup apa adanya. Hanya memikirkan diriku dan keluargaku. Tak akan ku biarkan diriku menilai orang lain hanya dengan satu kali penglihatan saja. Membuat diriku tentram. Mentalku jauh lebih terjaga.
Ya walaupun sering dibilang kudet. Tapj ya buat apa mengetahui sesuatu yang viral tapi membuat hati tak nyaman.
Saatnya membuat afirmasi positif untuk diri sendiri. Saatnya fokus beribadah tanpa meminta validasi kanan kiri.
Seringkali kita terlalu angkuh. Seolah kita berada diatas. Padahal dimata sang pencipta kita sama.
Yuk Tahun 2026
membuat kebaikan dan merubah sudut pandang. Dan Lebih Fokus pada diri sendiri.
... Baca selengkapnyaKalau dulu, aku sering banget ngerasa gelisah cuma gara-gara lihat pencapaian orang lain di media sosial. Rasanya selalu kurang, selalu tertinggal. Padahal kalau dipikir-pikir, yang kelihatan di layar cuma “enaknya aja”. Dari situ aku mulai belajar pelan-pelan: gimana sih cara punya jiwa tenang tanpa harus jadi orang lain?
Pertama, aku bikin sudut kecil di rumah sebagai tempat refleksi diri. Meja kerja yang rapi, ada tanaman hias, buku catatan, alat tulis, dan beberapa sticky notes berisi afirmasi positif. Di salah satu catatan itu aku tulis: "Refleksi Diri di Tahun 2026 – dirimu berkah, BAHAGIA". Setiap pagi sebelum mulai aktivitas, aku duduk sebentar di meja itu, tarik napas dalam, baca satu per satu kalimat yang kutempel.
Contohnya:
- "Tahun ini aku akan sukses dunia akhirat"
- "Segala urusanku diberi kemudahan oleh-Nya"
- "Jangan terlalu fokus pada pencapaian orang lain"
- "Bersyukur setiap nikmat yang sudah diberikan"
Kelihatannya sepele, tapi membaca kata-kata ini bikin hati lebih adem. Rasanya kayak diingatkan lagi kalau ukuran sukses itu bukan cuma materi, tapi juga ketenangan batin, ibadah yang lebih khusyuk, dan hubungan yang baik dengan keluarga.
Hal lain yang cukup ngaruh buat jiwaku lebih tenang adalah membatasi hal yang bikin hati keruh. Misalnya, kalau ada gosip atau sesuatu yang lagi viral tapi bikin hati nggak nyaman, aku pilih untuk nggak ikut nimbrung. Iya, sering dibilang kudet, tapi ternyata nggak apa-apa sama sekali. Daripada update semua berita tapi hati capek dan kepikiran terus.
Aku juga mulai melatih diri buat nggak gampang menilai orang dari sekali lihat. Kadang kita cuma lihat sekilas, langsung tarik kesimpulan, padahal kita nggak tahu perjuangan dan luka yang mereka simpan. Waktu aku berhenti sibuk mengomentari hidup orang lain, jujur mentalku jauh lebih terjaga. Energi yang biasanya habis buat julid, pelan-pelan aku alihkan buat memperbaiki diri sendiri.
Untuk urusan ibadah, aku mencoba fokus tanpa mencari validasi kanan kiri. Bukan siapa yang terlihat paling saleh di mata manusia, tapi bagaimana kita di mata Sang Pencipta. Mengingat bahwa di hadapan-Nya kita semua sama, itu bikin ego pelan-pelan luluh. Dari situ, hati jadi lebih ringan, nggak terlalu merasa harus selalu di atas.
Kalau kamu lagi cari cara untuk punya jiwa tenang di tahun 2026, mungkin bisa mulai dari hal-hal kecil:
- Rapikan meja atau sudut favoritmu, jadikan tempat refleksi.
- Tulis 3–5 afirmasi positif yang relate sama kondisimu sekarang.
- Kurangi bandingkan hidup dengan orang lain, fokus ke langkahmu sendiri.
- Latih diri buat lebih banyak bersyukur daripada mengeluh.
Nggak perlu langsung sempurna. Pelan-pelan saja, yang penting konsisten. Semoga di 2026 ini, kita sama-sama diberi hati yang lapang, jiwa yang lebih tenang, dan hidup yang terasa lebih berkah dan bahagia, apa adanya.