Malu gak? Spill makan malam kalian dong

Hi lemoners disaat gempuran serba estetik dan serba kekinian, pasti banyak banget cafe and resto yang penuh disaat weekend? ketika orang lain tim nongki di cafe buat kebutuhan sosial media supaya terlihat gaul dan keren, ada pun segelintir orang yang lebih memilih jajan kenyang dompet pun tenang yaitu dengan jajan di kaki lima atau pinggir jalan hehe termasuk aku yang jarang banget pergi ke tempat yang hits 😂🤣

#MaluGak

2025/9/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalau aku pribadi, justru merasa lebih "real" kalau makan malam di pinggir jalan dibanding di resto yang serba estetik. Nasi putih satu porsi penuh, ayam bakar yang bumbunya meresap, plus tahu goreng dan tempe goreng renyah itu udah jadi comfort food banget. Apalagi kalau ditambah sambal pedas dan lalapan sederhana, rasanya langsung kayak pulang ke rumah. Soal porsi, menurutku nasi putih ala warung atau kaki lima tuh cenderung lebih berani. Sering banget dikasih nasi yang menggunung, sampai kadang aku minta dikurangi karena kebanyakan. Beda sama beberapa restoran yang tampilannya rapi dan cantik, tapi nasinya sedikit dan kurang nampol kalau buat orang yang makannya lumayan banyak. Jadi kalau lagi lapar berat, aku otomatis pilih makan di pinggir jalan. Tahu goreng di pinggir jalan juga punya daya tarik sendiri. Biasanya digoreng langsung di tempat, jadi masih panas, luarnya crispy, dalamnya lembut. Aku suka banget celup tahu goreng ke sambal pedas, terus dimakan bareng nasi putih hangat. Simple, murah, tapi bikin nagih. Kadang malah satu porsi tahu goreng aja udah bikin bahagia, padahal cuma jajanan kaki lima. Yang aku rasain, makan di kaki lima itu bukan cuma soal hemat, tapi juga soal suasana. Duduk di kursi plastik pinggir jalan, sambil lihat lalu lalang kendaraan, denger suara penggorengan berdesis waktu tahu dan ayam digoreng, itu punya vibes sendiri yang ga bisa ditemuin di cafe estetik. Penjualnya pun biasanya ramah, sering ngajak ngobrol, dan hafal pesanan langganan. Buat kamu yang mungkin masih mikir malu jajan di pinggir jalan, menurutku ga perlu sama sekali. Selama makanannya bersih, enak, dan cocok di kantong, kenapa harus peduli omongan orang? Justru di tempat sederhana kayak gitu kita bisa dapet nasi putih dengan porsi restoran (bahkan lebih), lauk lengkap, dan rasa yang ngalahin banyak tempat hits. Kalau lagi bingung mau makan malam apa, coba deh sesekali pilih warung pinggir jalan yang jual ayam bakar, tahu goreng, tempe goreng, plus sambal pedas. Rasain sendiri bedanya suasana dan kenyangnya. Siapa tahu, ujung-ujungnya kamu jadi tim jajan kaki lima juga, bukan cuma tim nongki di cafe estetik.

Cari ·
edukasi makan

7 komentar

Gambar SastiOnot10
SastiOnot10

Ga malu doong, yg penting enak dan mengenyangkan siss😂

Lihat lainnya(1)
Gambar Citra 🌸
Citra 🌸

Sama kak aku juga lebih sering makan pinggir jalan biar hemat, gausah malu 🥰

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya