ada aja gedebag gedebug nya
tetap percaya semua sudah ada bagiannya masing²,harapan selalu ada buat orang yang menaruh harapnya kepada Tuhan.
Kalimat "hidup cuma sekali tetapi gedebak-gedebuknya setiap hari" itu kerasa relate banget buat banyak orang, termasuk aku. Buat yang masih bingung, gedebak-gedebuk atau gedebag gedebug itu biasanya dipakai buat gambarin hidup yang rame, penuh benturan, masalah datang bertubi-tubi, hati naik turun. Bukan arti kamus yang baku, lebih ke bahasa keseharian buat curhat, semacam "hidup kok kayak dihantam terus ya". Kalau lagi banyak masalah, rasanya tiap hari ada aja yang bikin capek. Kadang semangat, kadang pengen nyerah. Di satu sisi kita pengen melangkah bebas, tapi kenyataannya langkah sering ketahan sama kekhawatiran, tanggung jawab, dan realita hidup. Nah, momen-momen inilah yang sering aku sebut sebagai fase gedebak-gedebuk: hati kejedot ekspektasi sendiri, kejedot omongan orang, kadang kejedot kegagalan. Buat aku pribadi, arti gedebak-gedebuk bukan cuma soal susahnya hidup, tapi juga proses pendewasaan. Dari setiap "benturan" itu, pelan-pelan aku belajar buat nurunin ekspektasi ke orang lain, tapi naikin harapan sama Tuhan. Waktu hidup lagi berantakan, doa rasanya lebih jujur, lebih apa adanya. Di situ aku sadar, meski hari-hari kerasa nggak karuan, selalu ada alasan kecil buat terus jalan: entah itu keluarga, mimpi yang belum kejar, atau cuma sekadar pengen buktiin ke diri sendiri kalau aku bisa melewati hari ini. Kadang aku ngerasain banget: hari ini semangat banget, besoknya drop. Tapi pelan-pelan aku belajar buat nggak terlalu keras sama diri sendiri. Namanya juga hidup, wajar kalau nggak selalu rapi. Justru dari berantakan itu kita nemu cara baru buat bangkit. Aku sering ngingetin diri sendiri: semoga saja hati tetap kuat dan penuh harapan, sekalipun situasinya belum berubah banyak. Kalau kamu lagi di fase gedebak-gedebuk juga, nggak apa-apa banget kok buat ngaku capek. Yang penting, jangan hilangin harapan. Percaya kalau setiap orang sudah ada bagiannya masing-masing. Mungkin sekarang bagian kita masih di bab yang nggak enak, tapi bukan berarti ending-nya pasti buruk. Selama kita masih berusaha dan nggak lepasin pegangan sama Tuhan, selalu ada peluang kalau suatu hari nanti kita bisa lihat ke belakang dan bilang, "Oh, ternyata semua gedebak-gedebuk itu ada gunanya juga ya."




















